PEKANBARU, GORIAU.COM - Sebelumnya pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mewacanakan program hujan buatan di Riau untuk meminimalisasi titik kebakaran lahan. Namun dikabarkan, belum lagi terjadi hujan, titik panas di Riau sudah berkurang secara alami.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru, pada Jumat (22/6/2013), menyatakan satelit pemantau cuaca dan panas bumi (NOAA) mendeteksi titik panas (hotspot) di Riau tersisa 13 lagi. Jumlah ini jauh menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Tri mengatakan, pada Jumat (21/6), satelit NOAA mendeteksi "hotspot" di Pulau Sumatera ada sekitar 21 titik, selain di Riau sebanyak 13 titik, juga terpantau berada di Jambi (5 titik), Sumatera Utara (1) dan Bangka Belitung (2).

Jumlah tersebut menurut dia, menurun dibandingkan temuan titik panas pada Kamis (20/6), dimana "hotspot" Sumatera sempat mencapai 25 titik dan di Riau terdeteksi sebanyak 22 titik.

Kemudian pada Rabu (19/6), titik panas sempat mencapai 142 "hotspot" yang tersebar di 11 wilayah kabupaten dan kota.

Terbanyak di Kabupaten Rokan Hilir, yakni mencapai 35 titik dan di Kabupaten Pelalawan ada sebanyak 25 titik dan Indragiri Hilir terdeteksi ada sekitar 23 "hotspot". Selanjutnya di Kabupaten Siak terdeteksi ada sekitar 14 titik panas, Bengkalis ada 12 titik, dan di Kabupaten Indragiri Hulu ada sekitar sepuluh titik.

Untuk di Kabupaten Rokan Hulu ada sebanyak sembilan titik, Kampar ada enam titik, Dumai ada empat, dan Kuantan Singingi ada sekitar tiga titik, serta Kota Pekanbaru ada satu titik.(fzr)