TEMBILAHAN – Polres Indragiri Hilir (Inhil) melakukan pemusnahan barang bukti kasus narkoba berupa sabu seberat 1,412 Kg lebih dan pil ekstasi sebanyak 4.930 butir.

Pemusnahan dilakukan di Mapolres Inhil, Jalan Gajah Mada, Tembilahan, Senin (20/6/2022).

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan mengatakan pemusnahan barang bukti dilaksanakan untuk menyampaikan kepada masyarakat atas keberhasilan Polres Inhil dalam mengungkap kasus narkotika.

"Dengan dimusnahkannya barang bukti tindak pidana narkotika ini, akan memberi efek jera kepada para pelaku lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan narkotika merupakan salah satu perusak anak muda penerus masa depan bangsa, maka perlu komitmen bersama memberantas hingga ke akarnya.

"Narkotika adalah perusak masyarakat dan merusak pemuda penerus bangsa. Saya harapkan komitmen bersama dalam memberantas narkotika ini," tegasnya, saat konferensi pers.

Barang bukti yang dimusnahkan disita dari 4 pelaku di 2 lokasi, wilayah Guntung, Kecamatan Kateman dan wilayah Kecamatan Keritang.

Kasat Narkotika Polres Inhil, AKP Indra Lubis menuturkan kronologis penangkapan pelaku tindak pidana narkotika di Kecamatan Kateman.

Petugas mengamankan 3 pelaku diatas kapal pembawa kelapa inisial MNS (26) sebagai kepala kamar mesin, WRP (24) dan NO (23) selaku anak buah kapal (ABK).

"Mereka baru saja pulang dari Malaysia, ketika diperiksa kami mendapatkan barang bukti sabu di kamar mesin," terangnya.

Penangkapan pelaku narkotika ini disebutkan AKP Indra berdasarkan hasil pengembangan informasi dari masyarakat.

"Ya, informasi dari masyarakat ini kami kembangkan, ketika diyakini ada barang bukti sabu yang mereka bawa kami tindak lanjuti. Untuk mempermudah penangkapan kami berkoordinasi dengan pihak Bea Cukai Tembilahan," sebutnya.

Sementara 1 pelaku tindak pidana narkotika wilayah keritang adalah hasil penangkapan Polsek Keritang yang bekerja dengan Sat Narkoba Polres Inhil.

"Pelaku di Keritang ini inisial YA (34) bekerja sebagai petani. Tidak ada sangkut pautnya dengan penangkapan pelaku di Kateman," terangnya.

Para pelaku kini berada di Mapolres Inhil untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut. "Mereka dikenai Pasal 114 sub Pasal 112 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, mereka terancam pidana dengan pidana maksimal 12 tahun penjara," pungkas AKP Indra.***