
PEKANBARU, GORIAU.COM - Hanya gara-gara ditegur orangtua, seorang pelajar di Jalan Inpres RT 01 RW 16, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru, Riau, nekat melakukan aksi bakar rumah, Senin (24/8/2015) siang tadi. Beruntung Regu Damkar segera memadamkan api, sehingga tak sempat meluas ke rumah lainnya.
Entah apa yang ada di dalam fikiran Ali Akbar (17), sehingga ia nekat menyulut bensin di dalam rumahnya, lalu melakukan upaya pembakaran, Senin siang, sekitar pukul 13.30 WIB. Akibatnya, dua Unit mobil Damkar terpaksa diterjunkan ke lokasi, guna memadamkan kobaran api. Sedangkan Ali, langsung dibawa ke Mapolsek Bukit Raya untuk menjalani pemeriksaan.
Data yang dirangkum dari Mapolsek mengatakan, sikap emosional yang ditunjukkan Ali diduga dipicu oleh keributan antara dia dan orangtua. Ali tak senang saat orangtuanya berniat menjual kembali sepeda motor yang baru dibeli dua hari lalu. Padahal sikap itu diambil orangtua, karena kelakuan Ali yang semakin tak terkontrol.
"Senin dinihari sebelum kejadian, orangtuanya (Ali) terlibat keributan dengan dia. Orangtuanya menuding dia menggunakan obat-obatan terlarang. Yang bersangkutan kemudian mengamuk. Melihat sikap itu kedua orangtua mengancam akan menjual kembali motor yang dipakai A ini," ujar Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya, Ipda M Bahari Abdi.
Sikap itu diambil orangtua Ali bukannya tanpa alasan, karena mereka kerap menemukan Ali suka marah-marah tanpa alasan. Terakhir pada Senin dinihari, dimana dia mengamuk hanya lantaran kepanasan. Sempat saat itu orangtuanya memberikan dua kipas angin, tapi tetap saja pelajar ini marah.
Dari situlah orangtua Ali mencurigai kalau-kalau anaknya sudah terpengaruh narkoba akibat pergaulan bebas, ditambah ia sering keluyuran semenjak dibelikan sepeda motor baru. "Puncaknya siang tadi, orangtua dia memajang motor itu di teras, dengan maksud ingin menjual. Mengetahui hal tersebut, yang bersangkutan langsung marah," katanya.
Tanpa pikir panjang, Ali segera mengambil bensin dan menyiramkannya ke lemari pakaian dan membakarnya. "Kita mengamankan satu unit televisi dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), termasuk dia (Ali), untuk dimintai keterangannya," tukas Ipda Bahari Abdi.
Informasi yang diperoleh, Ali ini adalah pelajar di sebuah pesantren di Pekanbaru, tak jauh dari rumahnya. Polisi kini masih melakukan penyelidikan terkait motif sebenarnya dari tindakan pemuda tersebut. "Tiga orang saksi sudah kita mintai keterangannya. Kita masih mencaritahu motifnya," tutupnya. (Had)