PEKANBARU - Saat Rapat Kelompok Kerja Percepatan Perhutanan Sosial (Pokja PPS) Provinsi Riau di ruang rapat Kenanga Kantor Gubernur Riau, Senin (13/5/2019) pagi, yang dipimpin langsung Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Nasution ada yang berbeda.

Berdasarkan undangan Rapat Pokja PPS Riau yang ditandatangani Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi, rapat dimulai pukul 09.00 WIB. Namun, masih banyak ditemukan undangan rapat tersebut yang datang terlambat.

Pukul 09.00 WIB tepat, Edy Nasution memerintahkan protokol untuk mengunci pintu ruang rapat Kenanga Kantor Gubernur. Sehingga, undangan yang terlambat tidak bisa masuk. Karena, sudah berulang kali, Edy Nasution mengatakan untuk memulai rapat tepat waktu.

"Berulang kali saya sampaikan untuk memulai rapat tepat waktu. Apalagi ini bulan puasa, tentunya tidak banyak kegiatan yang menyita waktu jika dipersiapan dengan baik. Saya hanya membiasakan, agar rapat tepat waktu. Sehingga, kita terbiasa untuk disiplin," kata Edy Nasution.

Ads
Undangan rapat tersebut tidak hanya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang datang terlambat, tapi yang bukan ASN datang terlambat pun tidak bisa masuk. Edy Nasution juga mengingatkan semua pihak untuk membuat acara tidak berdekatan dengan waktu salat.

"Contohnya saja, ada acara dimulai pukul 19.00 WIB. Ada tambahannya juga untuk datang lebih awal 15 menit sampai 20 menit. Artinya, apakah acara tersebut akan tepat waktu dimulai. Tentunya tidak, banyak orang lebih memilih salat dahulu baru datang acara. Jadi buatlah waktu memulai acara tidak berdekatan dengan waktu salat," ungkap Edy Nasution.

Mantan Komandan Korem 031/Wirabima ini menegaskan, agar undangan rapat yang dibuat sesuai dengan waktunya dimulai. Agar peserta rapat datang lebih cepat, bosa dimasukkan pesan tambahan agar datang 15 menit lebih awal.

"Karena bagaimana pun juga, saya akan datang lebih cepat ke suatu acara 5 menit sampai 10 menit sebelum acara dimulai. Itu menurut saya harus dibiasakan bagi yang lainnya, karena disiplin waktu itu merupakan kebiasaan yang baik. Karena korupsi waktu saja tidak boleh," jelas Edy Nasution. ***