SELATPANJANG, GORIAU.COM – Semakin menurunnya hasil tangkapan di laut harus menjadi pemicu bagi tumbuhnya petani keramba jaring apung di Meranti. Jika dikelola dengan baik, satu jaring apung bisa menghasilkan Rp 1 miliar. Karena itu, nelayan yang selama ini masih mengandalkan dari perikanan laut lepas, harus berangsur-ansur beralih kepada perikanan budidaya, karena hasilnya lebih menjanjikan.

Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi pada Panen Raya proyek percontohan keramba ikan hasil kerjasama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti dengan KUB Konsib di Desa Sialang Pasung Kecamatan Rangsang Barat, Selasa (26/6) pagi mengatakan, potensi tersebut kini dimiliki Kepualauan Meranti.

Menurut Bupati, proyek percontohan keramba ikan tersebut sudah mampu menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Untuk itu, Pemerintah Daerah mengajak para nelayan tangkap di laut untuk beralih menjadi nelayan budidaya di perairan laut daerah ini.

''Kita punya sumber daya laut yang besar, namun hasil tangkapan ikan di laut terus menurun. Menghadapi kondisi tersebut, kita mesti beralih kepada sistem budidaya dengan mengelola potensi laut. Pemerintah Daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan akan sangat mendukung keinginan masyarakat terhadap program budidaya ikan itu,'' ungkap Bupati.

Dikatakan, Tahun 2012 ini Pemerintah kembali memprogramkan pengadaan 39 unit jaring apung. 14 buah diantaranya berasal dari APBD Kabupaten Kepulauan Meranti dan 25 unit jaring apung dibantu dari APBN Pemerintah Pusat. Ini merupakan peluang melalui program yang konkrit dan nyata dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat.

''Kedepan ini mesti kita tingkatkan lagi, saya akan mendukung penuh usulan program bagi peningkatan program budidaya ikan. Dinas Kelautan dan Perikanan saya minta untuk lebih respon terhadap setiap usulan masyarakat nelayan dalam rangka meningkatkan budidaya ikan dan melestarikan potensi kelautan,” ucap Bupati.

Bila mampu dikelola dengan baik, kata Bupati, dari setiap jaring apung bisa diperoleh kalkulasi pendapatan ekonomi masyarakat yang cukup menjanjikan. Dengan jenis ikan unggulan, pada satu kantong atau lubang jaring apung bisa diperoleh hasil panen bernilai Rp 250 juta, sehingga pada setiap unit jaring apung yang memiliki empat lubang keramba bisa diperoleh pendapatan hingga Rp 1 Miliar.

''Jangan hanya sampai pada program budidaya ini saja, Kita juga harus mengembangkan potensi pakan ternak, program produktif pembibitan dan pola pemasarannya. Mari kita lakukan sesegera mungkin, karena Kepulauan Meranti punya potensi yang besar menjadi sentra produksi Ikan di Provinsi Riau. Prinsip kita, Ikan sepat ikan gabus dan ikan lele, Lebih cepat lebih bagus dan tidak bertele-tele,'' tegas Bupati Irwan.

Hadir mendampingi Bupati pada acara itu, Kadis Perikanan dan Kelautan, Ir H Ramli Mohammad Ali, Kadis Perindagkop UKM, Syamsuar Ramli SE, Kabag Humas, H Yulizar M SSos MSi, Camat Rangsang Barat, Joko Surianto Selamat SH, Kades Sialang Pasung, Manaf Yunus dan Kepala Desa lainnya.(hms)