
PASIR PENGARAIAN – Provinsi Riau memiliki banyak potensi wisata yang dapat digarap menjadi destinasi wisata yang menjanjikan. Salah satunya Bukit Suligi yang masih berada di Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi, memiliki pesona keindahan alam, Samudra di Atas Awan.
Keberadaan Bukit Suligi, yang menjadi bagian dari hamparan Bukit Barisan, punya daya tarik sendiri untuk menjadi salah satu objek pendakian bagi para pencinta penggiat alam di negeri ini.
Bukit Suligi yang berada diperbatasan Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Kampar, tepatnya, antara Kecamatan Kabun dan Kecamatan XII Koto Kampar memiliki ketinggian yang cukup, untuk menjadi objek pendakian.
Dengan puncak kembarnya, Bukti Suligi punya nuansa pemandangan yang cukup menakjubkan, meski belum ada dijumpai Bunga Edelwis tetapi Samudra di Atas Awan nya mampu menyamakan pemandangan samudra di atas awan nya gunung–gunung di Sumatra Barat.
Tim Rujak Adventure didampingi pemuda setempat, Safrizal dan kawan-kawan mencoba menelusuri salah satu bukit yang tertinggi di Kabupaten Rokan Hulu ini. Ada beberapa jalur yang bisa dilalui, diantaranya, bisa melalui Kecamatan Rambah, Rambah Samo, Tandun dan Kabun.
“Tetapi, ekpedisi yang dilakukan Tim Rujak Adventure kali ini melalui Kecamatan Kabun, tepatnya di Desa Aliantan.
Jalur ini, jarak tempuh dan perjalanannya tidak terlalu panjang. Tepatnya dari Simpang Kokar, Desa Aliantan, Kecamatan Kabun lebih kurang 22 Km menuju loksi sekitar Air Terjun Tujuh Serangkai.
Sampai di lokasi ini, bisa memarkirkan mobil atau motor dengan menitipkan di salah satu rumah warga. Kemudian melanjutkan perjalanan lebih kurang dua jam, tergantung tim yang dibawa, sekiranya tim yang sudah biasa untuk tracking maka bisa ditempuh lebih kurang satu jam.
Untuk menuju puncak bukit yang terbilang cukup ekstrim dan bebatuan, disarankan juga kepada para pendaki untuk membawa tali climbing, lagi pula tekstur di sana tanah gambut dan bebatuan kecil.
“ Jaraknya tidak terlalu panjang hanya lebih kurang 50 meter saja dari Puncak 1 ke Puncak 2,” kata Rizal.
Untuk fasilitas air minum, disarankan untuk membawa air dari bawah dengan membawa galon atau jerigen sebagai penyimpanan air di puncak, untuk pengisian air bisa di bawah, pos pertama jalur pendakian. Sementara untuk kapasitas tenda bisa dimuat beberapa tenda saja, tidak seluas cadas gunung- gunung lainnya.
Jalur yang masih sedikit meragukan, bagi yang ingin berencana ke sana bisa menghubungi guide di sana, salah satunya Safrizal, yang juga salah seorang Pembina Pramuka di Kwartir Kabun dan beberapa warga setempat yang sudah diinstruksikan oleh Pemerintahan Desa atau Kecamatan disana.
Bagi yang ingin mencoba menikmati wisata alam ini, selain bisa melihat keindahan Samudra di Atas Awan, sekaligus juga bisa melihat beberapa wisata alam lain di sekitar nya seperti Air Terjun Tujuh Serangkai, Goa Garuda serta beberapa wisata lainnya.rls