PEKANBARU - Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali disinyalir dapat memunculkan adanya penyakit masyarakat. Pasalnya, pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi dapat mempengaruhi tingkat kesejahteraan.

Di Provinsi Riau sendiri, pertumbuhan penduduk pada tahun 2015 lalu berada diangka 3,56 persen. Sementara, pertumbuhan ekonominya jauh tertinggal diangka 0,22 persen. Ini tentunya menyebabkan tingkat kesejahteraan masyarakat masih sangat jauh dari harapan yang digadang-gadang pemerintah.

"Kita sampaikan kepada perwakilan kabupaten dan kota untuk menekan angka pertumbuhan penduduk dengan program keluarga berencana. KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) dan penyakit masyarakat yang timbul itu kan karena kurangnya kesejahteraan dalam keluarga," ungkap Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Rabu (14/9/2016).

Ia pun menuturkan, masalah pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali dapat merambat hingga kedalam permasalahan sumber daya manusia (SDM) atau kualitas penduduk. Dimana, semakin banyak anggota keluarga maka tingkat kebutuhan ekonominya semakin tinggi. Kemudian, semakin banyaknya penduduk menyebabkan persaingan dan kebutuhan akan lapangan pekerjaan semakin sulit.

"Kalau kesejahteraan nggak ada. Gimana mau sekolah? Jadinya pendidikan kurang dan cara berfikirnya juga lain. Makanya, SDM harus betul-betul berkualitas. Kita tekan pertumbuhan penduduk, agar beban pemerintah makin turun," tutupnya. ***