
PEKANBARU, GORIAU.COM - Banjir terus menjadi langanan warga Perumahan Graha Fauzan Asri, Jalan Kesadaran, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru. Pasalnya, perumahan ini berada di bibir Sungai Sail, begitu hujan lebat air sungai meluap.
Syahudin Abdul Fadir, salah seorang warga menyebutkan, kini timbul rasa kesalnya membeli rumah di Graha Fauzan Asri. Sebab, setelah mereka telusuri tempat tinggalnya sekarang berada di daerah resapan air. '''Saya baru tahu setelah membeli rumah di sini, sebelum saya tinggal di Rengat,'' ucap Syahfudin.
Syahfudin mengaku, dia dengan sejumlah warga sempat ke Dinas Tata Pekanbaru mempertanyakan wilayah perumahan dan diakui memang daerah resapan, tapi kenapa ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
''Wilayah ini tidak layak ada perumahan, tapi kenapa IMB-nya dikeluarkan. Kita yakin betol bahwa ada permainan sehingga IMB ini ada,'' ungkap Syahfudin.
Akibat permainan itu, Syahfudin menyebutkan, warga yang teraniaya. Banjir ini, sejak pukul 03.00 WIB pagi tadi mulai tinggi hingga 85 KK rumah warga tergenang air.
Derita banjir yang dialami warga Perumahan Graha Fauzan Asri ini, kata Syahfudin, terhitung sejak tahun 2011 lalu. Bahkan, pada tahun 2013 lalu, dalam rentang waktu lima bulan, warga sempat tujuh kali mengalami kebanjiran.
Kondisi ini membuat Syahfudin semakin yakin bahwa permainan antara pemberi izin dan pengusaha pengembang perumahan bermain dalam pengeluaran IMB. Apa lagi saat ini, bulan Mei ini diketahui bukan dalam cuaca curah hujan yang tinggi, namun begitu ada hujan warga kebanjiran.
''Mungkin juga ini hujan buatan untuk antisipasi kemarau sehingga curah hujan tinggi malam tadi, tapi yang jelas perumahan ini di daerah resapan air dan berada di bibir Sungai Sail,'' ungkap Syahfudin.
Warga lainnya, Ibu Nia, merasa khawatir dengan banjir ini. Sebab, jika banjir melanda hewan berbisa naik juga ke rumah warga. Misalnya, lintah, kala jengking, dan ular.
''Saya sangat khawatir dengan binatang berbisa ini, tapi mau bagaimana lagi. Banjir ini sudah langanan. Jadi, kita tinggal waspada saja lagi,'' ucap Ibu Nia.
Sementara itu, sekitar pukul 12.15 WIB, petugas Badan Penanggulangan Musibah dan Kebakaran Pekanbaru, mulai memasang tenda di dataran tinggi di tengah-tengah perumahan.
Banjir musiman ini jadi mainan bagi anak-anak, padahal makin siang air semakin tinggi. Sungai Sail tak sanggup menampung air kiriman dari dataran tinggi seperti dari Tangkerang. ***