
PANGKALAN KERINCI - Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional, Departemen Loss Preventive and Control (LP & C) PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menaja kompetisi Mill Fire Brigade, yang dilaksakan di Area Mill, Town Site 1, Senin (1/2). Kompetisi yang diadakan setiap tahun ini diikuti oleh sembilan tim peserta dari sembilan departemen.
Koordinator Kompetisi Mill Fire Brigade, Jon Edward menyatakan bahwa kompetisi ini merupakan lomba memadamkan api yang terdiri dari tiga kategori: memadamkan menggunakan selimut (fire blanket), Alat Pemadam Api Ringan (APAR/fire extinguisher), dan memadamkan api dari fire hydrant. Pemenang akan diambil dari akumulasi nilai ketiga kategori.
''Yang membedakan kompetisi kali ini dengan kompetisi tahun sebelumnya adalah dari segi efisiensi dan efektifitas. Waktu pemadaman menjadi poin penting yang akan dinilai. Dalam kompetisi ini, setiap tim yang terdiri dari tujuh orang ini akan melewati tiga kategori lomba yaitu memadamkan api yang ada di dalam drum menggunakan fire blanket dan fire extigusher serta memadamkan ban yang terbakar dari fire hydrant,'' terang staf departemen LP&C ini.
Manajer LP & C, Robert Sitorus menjelaskan bahwa tujuan diadakannya kompetisi ini adalah untuk melatih sekaligus ajang bersilaturahmi antar anggota mill fire brigade.
''Sebagian besar peserta yang mengikuti kompetisi ini adalah anggota mill fire brigade, yang merupakan garda terdepan apabila terjadi kebakaran di sekitar area pabrik. Setiap departemen di masing-masing business unit diwajibkan memiliki mill fire brigade sebagai langkah utama untuk mengantisipasi semakin membesarnya api. Kompetisi ini menjadi ajang untuk saling berbagi ilmu sekaligus melatih kemampuan mereka untuk selalu prima ketika menghadapi kebakaran di dalam pabrik,'' terang Robert.
Peserta dari HVAC tengah memadamkan ban yang terbakar dari sumber air fire hydrant.
Robert juga menjelaskan bahwa mill fire brigade merupakan personel terlatih yang telah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi. ''Anggota mill fire brigade juga mendapatkan sertifikat dari Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi,'' imbuhnya.
Dalam kompetisi ini, juara pertama berhasil di menangkan oleh juara bertahan dari Departemen Electric/Instrument Heating Ventilation Air Conditioner (E/I HVAC). Juara kedua berhasil diraih oleh Tim Woodyard, dan Juara ketiga dari tim PTSI Workshop.
Ketua kelompok tim E/I HVAC, Yudi Ansari menjelaskan bahwa salah satu kunci penting sehingga mampu mempertahankan gelarnya selama tiga kali berturut-turut adalah keyakinan, komunikasi, dan kekompakan.
''Kami selalu yakin di setiap kategori untuk mampu memperoleh poin setinggi-tingginya, selain itu kamu juga selalu berkonsultasi dan berkomunikasi dengan beberapa orang menguasai teknik pemadaman api. Selain itu, menjaga kekompakan antar anggota dengan selalu bekerja sama menjadi kunci sehingga kami mampu mempertahankan juara,'' terang Yudi Ansari. (rls)