PEKANBARU - Meski Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak sejarah, ternyata tidak diimbangi dengan pengelolaan perpustakaan dan arsip yang memadai. Bahkan, perpustakaan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing masih dikelola setingkat eselon IV.

"Sangat kita sayangkan, mengingat Kuansing ini kan negeri bersejarah yang harus menyimpan arsip-arsip. Jangan sampai sejarah terlupakan," ungkap Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Riau, Yoserizal Zen kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Rabu (19/10/2016).

Dikatakan Yose, Kuansing harusnya memiliki perpustakaan yang lebih besar untuk menjaga kelengkapan arsipnya. Malahan perlu dilakukan pembenahan dengan menggunakan sistem berbasis elektronik dan teknologi.

"Tidak maksimal jadinya karena masih dikelola setingkat eselon IV. Sebenarnya sudah pernah kita sampaikan, tetapi respon dari pemerintah setempat kurang memuaskan," tuturnya.

Bukan hanya untuk Kuansing saja, Yose pun mengimbau kepada seluruh kabupaten dan kota yang ada di Riau supaya mencontoh pengelolaan perpustakaan di provinsi yang sudah menerapkan sistem pemeliharaan arsip dengan benar. ***