PEKANBARU, GORIAU.COM - Pelaku kejahatan  narkotika dan obat-obatan terlarang terbukti tak mengenal waktu, bahkan saat Ramadan sekalipun mereka tetap menjalankan aksinya. Kepolisian Resor Kota Pekanbaru sampai saat ini juga masih memburu dua terduga pengedar narkotika jenis sabu-sabu saat Ramadhan setelah sebelumnya berhasil menangkap tua pecandu yang menjadi langganan bandit narkoba itu.

"Laporan terkait kasus ini telah sejak pekan lalu dimana anggota berhasil menangkap dua tersangka duduga sebagai kurir narkoba jenis sabu-sabu," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo kepada pers di Pekanbaru, Selasa (8/7/2014).Dua tersangka menurut catatan kepolisian itu masing-masing adalah BM alias Bembeng dan RD alias Reza, keduanya laki-laki warga yang telah lama menetap di Pekanbaru.Keduanya menjadi kurir penjualan barang haram itu, menurut catatan kepolisian mereka berhasil ditangkap berkat adanya laporan warga terkait maraknya peredaran narkoba di sekitar lokasi kejadian, Jalan Kamapr, Pekanbaru.Mendapat laporan itu, tim kepolisian kata Guntur kemudian melakukana penyelidikan hingga akhirnya dilakukan penggeledahan di rumah tersangka pecandu narkotika itu di jalan Kampar.Dari tangan tersangka, diinformasikan aparat berhasil menyita dua paket kecil sabu-sabu, satu paket alat hisap narkotika, serta satu unit timbangan digital."Kedua tersangka ini diamankan dalam satu rumah bersama barang bukti yang cukup untuk menetapkan mereka sebagai tersangka," katanya.Saat diperiksa, kedua tersangka mengaku mendapatkan sabu-sabu itu dari tersangka lainnya yakni R dan perantaranya yakni B, keduanya masih dalam status buron.Kasus peredaran di Kota Pekanbaru menurut catatan kepolisian menjadi salah satu yang sangat mengkhawatirkan selain juga ada daerah Riau lainnya seperti Kota Dumai, Bengkalis dan Rokan Hilir.Tiga wilayah pesisir Riau sebelumnya juga dikabarkan menjadi lokasi transit narkoba dari luar negeri terutama Malaysia dan Singapura.Pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) juga telah beberapa kali mengamankan tersangka dan narkoba di Kota Dumai yang merupakan kawasan rawan penyeludupan.Menurut informasi, di Kota Dumai aktivitas penyeludupan dilakukan secara terang-terangan, bahkan barang-barang kapal yang bersandar di dermaga tidak mendapat pemeriksaan aparat berwajib sehingga patut diduga menjadi "ladang" bagi mafia narkoba internasional. (fzr)