
RENGAT, GORIAU.COM - Pemerintah daerah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggelar Pengajian Akbar sekaligus silaturahmi dengan Dr KH Sholahudin Wahid, pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, dalam rangka pembangunan pesantren Tebuireng 4 Al - Ishlah.
Bertempat di Desa Kuala Gading, Selasa (6/5/2014), acara dihadiri lansung oleh Bupati H Yopi Arianto, SE, KH. Husein Rifa'i dari Pondok Pesantren Jabalnur Sidoarjo, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng 4 KH. Mas'ud Hasan, SKPD, Ketua MUI Inhu, Camat Batang Cenaku dan Camat se-Kabupaten Indragiri Hulu, Kepala Desa Kuala Gading dan Kepala Desa se-Kecamatan Batang Cenaku, tokoh agama daerah dan tokoh masyarakat setempat.
KH Husein Rifai dari Pondok Pesantren Jabalnur Sidoarjo dalam pengajian akbar menyampaikan bahwa mencerdaskan bangsa lewat pesantren adalah tugas yang sangat berat. Karena inti tujuan Pondok Pesantren menciptakan anak yang sholeh dan sholehah. Orang yang sholeh dan sholehah adalah orang yang bagus hatinya.
Pengasuh Pesantren Tebuireng Pusat Dr KH Sholahudin Wahid dalam sambutannya mengatakan bahwa, pesantren adalah lembaga pendidikan pertama di Indonesia atau nusantara pada abad ke-9 yang dibawa oleh para pedagang Barus yang beragama Islam. Lama kelamaan pedagang ini menikah dengan masyarakat sekitar dan melahirkan keturunan yang banyak, melalui itu lalu berdirilah banyak surau atau kalu, di jawa dinamakan pesantren, sebutnya.
Diterangkan, pesantren tertua pertama kali berdiri di Pasuruan yaitu, Pesantren Sidogiri yang berdiri sekitar tahun 1740-an. Pendidikan awal pada saat itu adalah pendidikan islam dan pendidikan Belanda. ''Jadi pada saat ini kita tidak perlu mengambil satu diantaranya namun dua-duanya dipadupadankan. Tujuan pendidikan dalam islam sendiri adalah mendidik akhlak agar dihasilkannya manusia yang berakhlak mulia, jujur, tanggung jawab,'' ujarnya.
Dalam pada itu, pengasuh Ponpes Tebu Ireng 4 KH. Mas’ud Hasan Bisri dalam sambutannya mengatakan, sebagai manusia tidak ada yang sempurna. ''Maka dari itu saya mengajak kepada para orang tua, sanggupkah kita jadi orang tua yang sholeh dan sholehah. Jangan hanya anak saja yang kita tuntut untuk menjadi sholeh dan sholehah,'' sebutnya.
''Dengan ini, insyaallah Tebuireng akan membawa anak-anak didik ke jalan Allah, yang akan menerima ridho Allah SWT dan kepada bapak dan ibu jangan ragu karena itu adalah kewajiban kami sebagai pengasuh. Mudah-mudahan Tebuireng 4 diterima oleh masyarakat hingga jaya dan menjadi kota santri,'' sebutnya. ***
Bupati Inhu, Yopi Arianto, SE menyambut kedatangan Dr KH Sholahudin Wahid yang juga adik mantan Presiden RI Abdurahman Wahid.
Bupati Inhu Yopi Arianto, SE dengan KH Sholahudin Wahid yang akrab disapa Gus Sholeh.
Bupati Yopi beserta Asisten dan Kadis Pertambangan, Khairizail berfoto bersama dengan KH Sholahudin Wahid.
Bupati Inhu dan rombongan sampai di lokasi pembangunan Pondok Pesantren Tebuireng 4 Al Islah di Desa Kuala Gading, Kecamatan Batang Gangsal.
Bupati Inhu, Gus Sholeh, Camat Batang Cenaku, Dandim Inhu, anggota DPRD Inhu serta pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng 4 KH. Mas'ud Hasan.
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng 4 KH. Mas'ud Hasan menyalami Bupati Inhu dan KH Sholahudin Wahid
KH. Mas;ud Hasan selaku pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng 4 saat menyampaikan kata sambutan.
Masyarakat setempat saat menghadiri silaturahmi akbar di lokasi pembangunan Ponpes Tebu Ireng 4.
KH Sholahudin Wahid menyampaikan arahan pada silaturahmi akbar di lokasi pembangunan Ponpes Tebuireng 4.
Tokoh masyarakat setempat menyalami KH Sholahudin Wahid dan Bupati Inhu.
Tokoh muda desa setempat menyalami KH Sholahudin Wahid dan Bupati Inhu.
Bupati Inhu Yopi Arianto saat diwawancarai insan pers setelah acara silaturahmi akbar.Foto-foto: Humas Pemkab Indragiri HuluNarasi : Jefri Hadi