PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau belum mengetahui secara pasti berapa banyak kuota penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk disalurkan ke Riau.

"Angkanya itu tidak pasti, nanti baru bisa kita liat berapa jumlahnya yang akan disalurkan dan berapa jumlah yang sudah diterima. Data itu dikirim langsung oleh Dinas Sosial Provinsi Riau," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kamsol kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Selasa (30/8/2016).

Berdasarkan data yang dimiliki Disdikbud Riau, angka anak usia pendidikan mengalami putus sekolah dan tidak mendapat pendidikan yang layak di Riau ada sebanyak 162.000 anak. Ia pun tidak dapat memastikankan apakah seluruh anak-anak tersebut sudah mendapatkan bantuan KIP atau belum.

"Sistem pendistribusiannya dilakukan oleh pemerintah pusat secara langsung ke alamat calon penerima KIP. Kalau belum diterima oleh si penerima, KIP akan disimpan di kelurahan masing-masing," jelasnya.

Mengetahui permasalahan ini, Staf Ahli Bidang Hubungan Pusat dan Daerah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI James Mondouw yang datang ke Riau berjanji akan segera menghimpun data-data valid terkait jumlah dan identitas anak yang akan menerima KIP di Riau.

"Masalahnya sekarang data yang terdapat di desa tidak sesuai dengan data yang ada di sekolah. Inilah yang akan kita luruskan dulu," sebut James ketika ditemui GoRiau.com, Senin (29/8/2016) kemarin. ***