PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) nanti, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Gamki) Pelalawan mengharapkan adanya penambahan dalam formasi umum bagi pengajar agama Kristen dan Katholik yang ada di daerah ini.
Pasalnya, saat ini kebutuhan tenaga pengajar untuk guru agama Kristen dan Katholik masih terasa kurang. "Untuk hal ini, Jum'at lalu (16/8), kami dari jajaran pengurus Gamki telah beraudiensi langsung dengan Kadisdik Pelalawan," kata Ketua GAMKI Pelalawan, Herwin Rivai Silaban, melalui Wakil Ketua Gamki Pelalawan Orlina Silaban, pada media ini, Selasa (20/8/2013).
Orlina mengatakan bahwa sampai saat ini di Kabupaten Pelalawan hanya ada enam guru yang mengajar agama Kristen dan Katholik, itupun masih dalam status guru kontrak. Artinya, dibanding dengan jumlah siswa yang beragama Kristen dan Katholik, maka jelas perbandingan antara siswa yang diajar dan guru yang mengajar terasa kurang.
"Karena itu, kami mengharapkan dalam pembukaan CPNS mendatang, Pemkab Pelalawan bisa mengakomodir kurang lebih empat atau enam orang pengajar baru," ujar Orlina.
Tak hanya itu, sambungnya, pada kesempatan audiensi dengan Kadisdik Pelalawan itu, mereka juga mengharapkan agar Pemkab Pelalawan bisa memperhatikan guru kontrak yang enam orang itu dengan menaikkan statusnya masuk kategori K1 atau K2. Apalagi selama ini mereka telah mengajar lebih dari lima (5) tahun ke atas dan selama ini masih terus berstatus sebagai guru kontrak.
"Ya, ke enam guru itu telah mengajar lebih dari lima (5) tahun dan sampai sekarang masih berstatus guru kontrak, jadi sepantasnyaPemkab Pelalawan memperhatikan mereka dengan menaikkan mengangkat sebagai Kategori 1 atau Kategori 2," ujarnya.
ÂDi samping itu, lanjutnya, jajaran pengurus Gamki Pelalawan juga meminta pada Disdik Pelalawan agar waktu belajar mengajar khususbagi agama Kristen dan Katholik dapat dilakukan di sekolah saja, bukan di gereja yang selama ini dilakukan. Hal ini mengingat jambelajar di sekolah di samping lebih terjaga keamanannya juga lebih efektif.
Menanggapi hal ini, Kadisdik Pelalawan MD Rizal berjanji akan berupaya mengakomodir semua masukan dari jajaran pengurus Gamki Pelalawan terkait perlunya penambahan lagi tenaga pengajar bagi agama Kristen dan Katholik. Tak hanya itu, orang nomor satu dilingkungan Disdik Pelalawan itu juga berharap Kemenag Pelalawan dalam persoalan ini bisa menjadi satu pintu bersama.
"Sedangkan keinginan agar jam belajar mengajar untuk agama Kristen dan Katholik supaya diajarkan di sekolah bukan di gereja, makasecepatnya kami akan mengeluarkan surat edaran kepada sekolah terkait hal ini," tutupnya.(ilm)