CIREBON - Aparat Polresta Cirebon, Jawa Barat, menangkap RAP (25), pria asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Pemuda pengangguran itu ditangkap karena memerkosa dua adiknya. Salah seorang korban hamil akibat rudapaksa tersebut.

Dikutip dari detikcom, RAP memaksa kedua adiknya sebagai 'budak seks' sejak tahun 2015 hingga 2020. RAP mengancam dan memukul kedua adiknya agar mau melayani nafsunya.

Kasus inses ini terungkap setelah salah seorang korban melapor ke Polresta Cirebon. Pelaku kini ditahan di Mapolresta Cirebon.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi mengatakan, RAP pertama kali menyetubuhi adiknya pada Maret 2015. Adiknya waktu itu masih berusia 15 tahun. Saat itu keluarga korban dan tersangka tinggal di rumah kontrakan di Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Dua tahun berlalu, tepatnya 2017, keluarga korban dan tersangka pindah kontrakan ke Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Di tempat kontrakan itu RAP mengulangi memerkosa kedua adiknya itu. Terakhir, perbuatan bejat RAP itu berlangsung pada April 2020.

''Salah satu adiknya hamil. Korban usia 20 tahun, pelaku usianya 25 tahun,'' kata Syahduddi kepada awak media di Mapolresta Cirebon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (1/7).

RAP mengaku memerkosa kedua adiknya karena sering menonton film porno. RAP mengancam dan memukul adiknya agar mau melayani nafsunya itu. RAP kerap memukul paha dan punggung adiknya.

Akibat perbuatannya itu, RAP dijerat UU Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu, RAP mengaku aksi jahatnya itu dilakukan setelah ia pulang dari Bekasi pada 2015. Saat itu, RAP sudah tak lagi bekerja. RAP mengaku berkali-kali menyetubuhi kedua adiknya tersebut.

''Sepuluh kali lebih. Karena nafsu. Ya sering menonton video porno,'' kata RAP. ***