
BUKITTINGGI - Seorang pemuda berusia 28 tahun di Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) diduga berhubungan badan (inces) dengan ibu kandungnya sejak masih duduk di bangku SMA atau sekitar 11 tahun lalu.
Dikutip dari Kompas.com, fakta mengejutkan tersebut diungkap Ketua LSM Ganggam Solidaritas-IPWL (Instansi Penerima Wajib Lapor) Agam Solid, Sukendra Madra. Kasus inses ini baru terungkap seusai IPWL Agam Solid menerima laporan dari pihak keluarga.
"Anak yang melakukan hubungan seksual dengan ibu kandungnya ini, sekarang sedang kami tangani. Saat ini anak itu telah kami karantina dan berjalan tujuh bulan," ungkap Sukendra, Jumat (23/6/2023), di Bukittinggi.
Sukendra menuturkan, pihaknya menangani kasus anak inses dengan ibu kandungnya itu, seusai pihak keluarga melapor. Pasalnya, kondisi anak tersebut sudah mulai meluapkan emosinya ke pihak keluarga.
"Anak ini bisa kami karantina, karena ada laporan dari keluarga. Mereka meminta untuk direhab. Sebab, anak ini sudah mulai mengancam dengan senjata tajam juga," terang Sukendra.
Seusai dikarantina, Sukandra menilai ada gejala gangguan kejiwaan yang dimiliki anak tersebut. Dugaan tersebut terungkap saat pihaknya melakukan assessment atau pengecekan.
"Anak ini setelah kami cek, ada gangguan jiwa. Microsensorik otaknya kami duga sudah bermasalah. Ini terungkap saat kami periksa dengan metode-metode khusus," tutur Sukandra.
Lebih lanjut, Sukendra turut mengapresiasi Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, karena telah berani membuka kasus ini dan bisa diketahui masyarakat luas.
"Kami selaku lembaga, memang sangat fokus untuk menangani kasus ini. Telah melapor ke wali kota, dan wali kota juga ikut menyumbangkan dana pribadinya untuk rehab anak tersebut," kata Sukandra.
Diungkap Wali Kota
Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, sebelumnya juga mengungkap kasus hubungan badan antara anak dan ibu tersebut, saat sosialisasi pencegahan pernikahan anak.
"Ada anak yang sekarang sudah berusia 28 tahun, lagi kita karantina. Anak itu sejak SMA sudah berhubungan badan dengan ibunya," ungkap Erman Safar saat menjadi pembicara di sosialisasi tersebut di Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (21/6/2023).
Erman Safar menyampaikan, pemuda yang kini sedang di karantina itu berada di lingkungan keluarga agamis. Adik pemuda itu seorang hafiz Quran, sedangkan ibunya berkerudung besar. Orang tua laki-lakinya pun masih ada.
"(Pemko Bukittinggi) sedang mengkarantina (pemuda itu), sudah masuk lima bulan berjalan," terangnya.***