PEKANBARU – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT. Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) dinilai belum mampu memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru karena itu Pemerintah Kota Pekanbaru tengah melakukan evaluasi terhadap perusahaan termasuk direksi.

"Saya bersama asisten II dan Sekda sedang mengevaluasi BUMD di Kota Pekanbaru. Insyaallah Oktober ini habis, PT. SPP ini akan kita buat open bidding," ungkap Pj Walikota Pekanbaru Muflihun, Jumat (26/5/2023).

Lelang jabatan ini direncanakan untuk diadakan pada Oktober 2023. Pemko Pekanbaru berharap langkah ini dapat mendorong peningkatan kontribusi BUMD terhadap APBD kota.

Muflihun menekankan bahwa evaluasi dan lelang jabatan ini tidak menargetkan individu tertentu, melainkan bertujuan untuk meningkatkan manajemen profesional PT. SPP, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi APBD Kota Pekanbaru.

"Kita di sini tidak ada bicara siapa dia, siapa lu. Ketika dia dibuka untuk umum, dia duduk, dari manapun dia, itu kita terima. Dengan catatan dia bisa menjadikan BUMD ini sebagai penopang APBD Kota Pekanbaru. Bukan lagi SPP ini menyusu di APBD Kota. Tapi bisa memberikan kontribusi untuk Pemko Pekanbaru," tegasnya.

Disisi lain. BUMD ini masih membebani APBD Pekanbaru, sehingga perlu adanya peningkatan dalam hal pengelolaan.

"Evaluasi ini dilakukan tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. Kami hanya ingin BUMD ini dikelola secara profesional," imbuh Muflihun. ***