
PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Panitia lelang di masing-masing Satker diminta agar lebih selektif dalam memilih dan memenangkan perusahaan untuk melaksanakan pekerjaan yang sudah dianggarkan ditahun 2013. Hal ini menyusul akan dimasukinya proses lelang pekerjaan yang dianggarkan di masing-masing satuan Kerja di lingkungan Kabupaten Pelalawan.
"Kita hanya menyarankan kepada seluruh panitia lelang pekerjaan tahun anggaran 2013 ini yang ada di semua Satker agar dapat belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, yakni jangan hanya memikirkan penawaran terendah jika hasil pekerjaannya bakal bermasalah di belakang hari. Tapi mereka seluruh panitia yang sudah ditunjuk harus lebih jelih dalam menentukan perusahaan pemenang tender. Setidaknya panitia harus mengetahui kredibilitas perusahaan dan kontraktornya yang tidak memiliki sejarah catatan buruk selama perusahaan tersebut dan kontraktornya melaksanakan pekerjaan-pekerjaan sebelumnya dan yang terpenting kontraktor yangg akan dimenangkan nantinya memiliki tanggung jawab dan berkualitas dalam melaksanakan pekerjaannya,” terang Ketua DPC Gapensi Pelalawan Azwar Rachman di Pangkalan Kerinci, Jumat (23/3/2013).
Azwar Rachman mengatakan bahwa pentingnya melakukan seleksi ketat oleh panitia lelang agar dalam suatu pekerjaan nanti tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti pekerjaan yang tidak selesai yang berdampak sehingga nantinya berajibat ke ranah hukum. Hal ini biasanya terjadi karena panitia selalu memberikan kepercayaan kepada perusahaan dan kontraktor yang selalu memberikan penawaran terendah walaupun perusahaan dan kontraktor yang dimenangkan itu tidak profesional .
"Dan soal rendahnya penawaran bukan alasan atau ukuran bahwa perusahaan yang melakukan penawaran terendah bakal jadi pemenang. Artinya, meskipun rendah sekalipun penawaran yang diberikan oleh kontraktor tersebut setidaknya panitia bisa mempelajarinya penawaran, apakah layak dan wajar kalau dimenangkan. Kalaupun dimenangkan namun memiliiki resiko tinggi dalam pelaksanaannya seperti pekerjaan tidak selesai atau selesai namun tidak sesuai dengan perencanaa sehingga hasil pekerjaan tidak berkualitas maka panitia harus mengambil sikap tegas bahwa penawaran rendah namun memiliki resiko tinggi maka tidak perlu dimenangkan," ungkapnya.
Jadi, sambungnya, harapan pihaknya ke depan yakni penawaran yang terendah tidak harus sebagai pemenang, melainkan penawaran yang dianggap wajar dan tidak memiliki resiko tinggi dengan hasil pekerjaannya. Sehingga pekerjaan yang dilaksanakan itu dapat dipastikan akan memiliki kualitas sesuai dengan harapan semua pihak.
"Apalagi kontraktor dan perusahaan tersebut tidak memiliki catatan kelam dalam melaksanakan pekerjaan –pekerjaan sebelumnya," tandasnya.
Disinggung soal kontraktor luar yang akan mengambil pekerjaan di Pelalawan dan mengiktui proses penawaran di Pelalawan, Azwar Rachman menanggapi hal tersebut sangat wajar dan sah-sah saja asalkan bersaing secara sehat. Apalagi saat ini pelelangan proyek sudah semakin canggih dengan memanfaatkan fasilitasinternet yang dapat di akses oleh siapa saja dengan mengakses Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik (LPSE) di setiap pemerintahan kabupaten kota se Indonesia.
"Jadi jelas persaingan akan semakin ketat karena siapa saja bisa masuk dan menawar pekerjaan yang ditawarkan lewat LPSE. Untuk itu, kita mengharapkan seluruh rekanan asli Pelalawan harus bisa lebih profesional baik dalam sistim administrasi maupun profesional dalam melaksanakan pekerjaan dengan begitu KontraktorLokal tidak akan tersisi oleh kontraktor dari luar daerah," pungkasnya. (ilm)