
PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Jalan lintas timur khususnya di daerah Pelalawan yang sebelumnya hanya terdapat lobang-lobang kecil, kini lobang itu semakin besar dan dalam. Hanya saja, pemerintah pemerintah tak juga melakukan perbaikan. Lobang-lobang besar iru tersebar mulai dari Kampung Baru, Kelurahan Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras hingga ke ibukota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci.
"Sangat miris melihat jalan nasional yang notabene dibiayai oleh uang rakyat. Namun, pemerintah kita terkesan tutup mata, tanpa ada upaya nyata dilapangan.
Seharusnya, Pemkab Pelalawan bisa mendesak Pemprov Riau untuk segera mendesak pemerintah pusat agar perbaikan jalan segera dilakukan," terang Aliansi Masyarakat Peduli Lintas Timur (AMAL) Kabupaten Pelalawan, melalui Ketua Umum, Izun, Jumat (22/3/2013).
Izun mengatakan bahwa titik terparah ada di Kampung Baru hingga Dundangan, Kecamatan Pangkalan Kuras. Karena kondisi jalan dipenuhi lobang besar menganga yang sangat mengkhawatirkan, masyarakat pernah melakukan perbaikan secara swadaya.
"Bayangkan saja, masyarakat telah bayar pajak untuk pembangunan infrastruktur jalan, namun masyarakat juga yang peduli dan melakukan perbaikan sendiri. Jadi Pemerintah kemana saja," katanya mempertanyakan.
Kemudian, sambungnya, titik terparah ada di desa Kemang, Pangkalan Kuras. Di sana, lobang menganga membuat pengguna jalan mesti berhati-hati. Bahkan, kendaraan mesti antri, karena badan jalan rusak sebelah.
"Terkadang kita berpikir dan berprasangka buruk terhadap pemerintah. Sekedar melakukan perbaikan infrastruktur umum saja, pemerintah tidak berdaya. Bagaimana dengan terobosan peningkatan perekonomian masyarakat, bagaimana masyarakat bisa sejahtera, tidak terbelit dalam kemiskinan. Segudang pertanyaan dan tugas berat pemerintah sedang didambakan masyarakat," tandasnya.
Ditambahkannya, rencananya jika dalam waktu dekat ini, tidak ada upaya perbaikan secara maksimal oleh pemerintah maka atas nama masyarakat yang peduli dengan jalan negara yang setiap saat kita lewati ini. Nantinya, pihaknya berencana akan turun ke jalan bersama segenap elemen masyarakat untuk aksi solidaritas mengetuk hati pemerintah agar peduli dengan masyarakatnya.
"Bersama masyarakat, kita akan melakukan aksi penertiban tonase kendaraan yang melintasi badan jalan salah satu biang kerusakan jalan. Menyegel jembatan Timbangan di Terantang Manuk yang tidak berfungsi dalam menertibkan muatan kendaraan berat sejumlah perusahaan," pungkasnya. (ilm)