
PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Ketua DPD PAN Kabupaten Pelalawan, Nazaruddin Arnazh, meminta agar Pemda Pelalawan mulai rilL menata sistem pengkaderan birokrat untuk masa depan dan kemajuan Kabupaten Pelalawan, karena hal ini sangat penting dilakukan demi untuk memperkuat tatanan birokrat kita kedepan untuk menapak tujuan sebagaimana yang tertuang dalam visi misi Kabupaten Pelalawan 2030.
"Kita melihat sejauh ini Pemerintah Kabupaten kita belum memiliki konsep dan program yang tersistematis untuk pencapaian ke visi misi ini, berbagai program pembangunan telah banyak diluncurkan, namun hasil sementara yang kita lihat masih jauh dari semangat pembangunan yang tertuang dalam visi dan misi Kabupaten, kita belum melihat mana industri yang tangguh dan pertanian yang unggul itu,'' ujarnya, Selasa (26/3/2013).
Nazaruddin mengatakan bahwa di sisi lain pihaknya malah melihat tatkala adanya pergeseran atau mutasi di Birokrat, masih ada terjadi penempatan pejabat yang tidak sesuai dengan background dan pengalamannya, seperti Kadis-Kadis disejumlah di satker.
"Masih banyak yang tidak sesuai dengan disiplin ilmu dan basicnya. Hal lain juga terlihat pada tataran Camat, seorang camat ada yang berkutat di posisi-posisi itu saja, dari kecamatan yang satu dipindah ke kecamatan yang lain dan seterusnya, padahal camat tersebut kinerjanya cukup bagus dan telah berkarat menjabat sebagai seorang camat, seyogyanya sudah sangat wajar untuk dipromosikan ke tingkat jabatan yang lain," ujarnya.
Melihat kondisi ini, sambungnya, muncul pertanyaan kenapa hal ini bisa sampai terjadi. Menurutnya, jawabannya sederhana yakni tidak lain karena minimnya kader birokrat kita untuk posisi itu, sehingga mau tidak mau kita harus mesti memakluminya. Namun yang perlu menjadi catatan bahwa disadari atau tidak dampaknya cukup besar karena sangat mempengaruhi sasaran dan hasil pembangunan daerah ini.
"Untuk itu kita menyarankan kepada Pemerintah Daerah agar tertarik menyikapi hal ini, suatu hal yang harus dilakukan oleh Pemda untuk menjawab ini, bagaimana penerus birokrat kita dapat menopang menggapai visi dan misi Kabupaten ini dapat terwujud, barangkali bisa saja Pemerintah Daerah setiap tahunnya melalui Satker Dinas Pendidikan melakukan rekruitmen terhadap siswa SLTA berprestasi untuk disekolahkan ke perguruan tingi dengan dibiayai APBD sesuai dengan disiplin ilmu yang dibutuhkan daerah. Misalnya setiap Kecamatan dijaring dua siswa berprestasi tiap tahunnya untuk disekolahkan di berbagai disiplin ilmu, mungkin disekolahkan ke STPDN, AKPOL, AKMIL, Kedokteran, Kehakiman, perpajakan dan lain sebagainya, sehingga setiap tahun ada 24 orang kader birokrat yang handal kita persiapkan untuk penerus estapet di Kabupaten ini, yang siap bekerja dengan disiplin ilmunya untuk mewujudkan visi misi Kabupaten Pelalawan 2030," bebernya.
Ditambahkannya, meskipun demikian bahwa praktek memang tidak semuda teorinya. Namun jika mau dan bersama yakin hal ini bukan hanya sebatas di atas kertas tapi akan menjadi kenyataan. Oleh karena itu andai kata pemikiran ini dapat menjadi sebuah solusi terhadap persoalan pengkaderan birokrat maka sebagai langkah awal mungkin Pemerintah Daerah dapat melakukan penjajakan ke Perguruan Tinggi unggulan yang tersebar di Negara ini yang telah terbukti dan teruji. (ilm)