SEMARANG-- Aparat Polres Semarang berhasil menangkap Dicky, pelaku pembunuhan gadis remaja berseragam Pramuka yang jasadnya ditemukan dalam kamar hotel di Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Ahad (15/11/2020) pagi.

Dikutip dari detik.com, pelaku ditangkap di Surabaya, Senin (17/11/2020). Kepada polisi, pelaku mengaku membunuh karena sakit hati dan ingin menguasai harta korban.

''Motif pelaku ingin menguasai harta korban. Dari pendalaman, ia sakit hati terhadap korban karena sering dihina,'' ujar Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo kepada wartawan dalam jumpa pers di Polres Semarang, Kecamatan Ungaran Barat, Rabu (18/11/2020).

Dituturkan Ari Wibowo, korban sering memberi pelaku uang sambil menghina. Pelaku juga mengaku, korban sering menghina pekerjaan pelaku sebagai penjual cimol keliling.

''Pelaku sakit hati karena sering dihina pekerjaannya sebagai penjual cimol. Juga sering memberi uang ke pelaku karena keduanya kenal dan berhubungan dekat,'' jelasnya.

Pelaku mengaku baru dua pekan mengenal korban. Warga Surabaya, Jawa Timur itu setahun terakhir tinggal di Demak, Jawa Tengah, untuk bekerja.

''Pelaku sempat mondok di pesantren di Demak, tetapi hanya sebentar karena terlibat permasalahan dengan rekan sepondok,'' ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, jasad gadis berusia 17 tahun ditemukan dalam kamar hotel pada Ahad (15/11) pagi. Polisi mengungkap ada bekas kekerasan pada sekujur tubuhnya.

Salah satunya, ada bekas bekapan di wajah korban. Polisi juga menyita sejumlah barang di dekat korban, di antaranya buku pelajaran dan tas. Pelaku akhirnya ditangkap pada Senin (16/11) di Surabaya, Jawa Timur.

Pamit ke Sekolah

Sementara pihak keluarga mengatakan korban terakhir kali berpamitan dari rumah mengaku akan ke sekolah pada Sabtu (14/11) pagi.

''(Terakhir bertemu korban) Sabtu Pagi. Pamitnya ya sekolah,'' ujar paman korban saat ditemui wartawan di rumah duka, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (17/11/2020).

Kabar kematian korban diperoleh keluarga pada Ahad (15/11) sore. Paman korban mengungkap keluarga belum mendapat informasi detail tentang penyebab kematian gadis berusia 17 tahun itu.

Jenazah korban tiba di rumah duka pada Ahad (15/11) malam, dan dimakamkan keesokan paginya.***