
BAGANSIAPIAPI, GORIAU.COM - Pembangunan pasar tradisional yang berada dijalan lintas menuju Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih Sedinginan, Rokan Hilir, Riau kondisinya hingga kini tak terawat. Selain lokasinya berada tengah perkebunan sawit, pembangunannnya pun terkesan mubazir karena tidak didukung oleh para pedagang.
''Siapa yang mau berjualan di tengah hutan begitu pak. Tambahan di Ujungtanjung sudah ada pasar tradisional,'' kata Rambe warga Ujung Tanjung kepada GoRiau.com, Minggu (2/11/2014).
Sejak selesai dibangun tahun 2013 lalu, berdasarkan pengamatanGoRiau.com, terjadi retak struktur pada balok dengan pola vertikal yang menyebar keseluruh struktur bangunan. Bukan itu saja, karena tidak pernah ditempati, sekeliling bangunan juga sudah ditumbuhi rumput dan lumut.
Untuk mengetahui kronologis pembangunan pasar itu, salah seorang pengurus LSM gerakan penyelamat kekayaan daerah, Anirzam menjelaskan, proyekpembangunan pasar tradisional Rantau Bais Tanah Putih yang diposkan melalui Dinas Pasar dan Pertamanan sebenarnya sudah menyalahi aturan.
Menurutnya, pekerjaan proyek itu sudah mengalami dua kali penambahan anggaran yakni pada tahun 2010 dan tahun 2012. Pada masa tahun 2010 yang lalu, penyelesaian pekerjaan proyek itu belum rampung dan justrumengherankan, tahun 2012 dinas pasar malah mengusulkan penambahan anggaran dengan nama program Lanjutan pembangunan Pasar Rantau Bais.
''Dana yang dialokasikan pada tahun 2010 sebesar Rp 2.701.776.000,pelaksana PT Andika Utama Konsultan Pengawas PT. Mulia Prima Konsultan.Sementara papan Plang tahun 2012 tidak ada,'' kata Anirzam.
Terbetik kabar bahwa lanjutan pembangunan Pasar Rantau Bais menggunakan dana rehab. ''Ketika itu kami mencoba konfirmasi kepada pejabat dinas pasar waktu itu masih Suwandi, tapi tidak berhasil,'' kata Anirzam.
Menurutnya, dugaan penggunaan dana rehab ini, tercium ketika pihaknya melakukan investigasi kelokasi proyek lanjutan pembangunan Pasar Tradisional Rantau Bais.Papan plang yang ada di lokasi masih menggunakan plang proyek lama tahun 2010.
Pembangunan pasar Rantau Bais tahun 2010 lalu, sambungnya lagi, diduga telah ditermijnkan 100% padahal progress pekerjaan baru mencapai 25%. Proyek ini sempat menggantung selama setahun. Padahal proyek itu bukannyakontrak Multiyears dan dengan dana anggaran proyek sebesar Rp 2,700 Miliar itu, meskinya pasar itu sudah bisa digunakan oleh pedagang. (amr)