
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pemain PSPS Kampar, Riau, mengaku tidak menerima gaji meski mereka sudah beberapa kali berlaga pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2013. OLeh karena itu, para pemain menuntut hak mereka.
"Kami menuntut agar hak pemain diberikan agar bisa konsentrasi untuk menghadapi pertandingan selanjutnya," ujar pemain PSPS Kampar Ambrizal, Jumat (22/3/13). Dia mengatakan hanya mendapat uang panjar sebesar 15 persen dari nilai kontrak, namun belum mendapatkan gaji.
Pernyataan tersebut terkait manajamen PSPS mengalami kendala dana dan terancam batal mengiktuti ISL 2013. Akhirnya Bupati Kampar, Jefry Noer mampu menyelamatkan tim dengan mengucurkan dana awal sekitar Rp 900 juta.
Namun markas PSPS yang semula di Stadion Kaharudin Nasution di Rumbai, akhirnya pindah ke Stadion Tuanku Tambusai di Bangkinang, Kampar, sekitar 60 kilometer arah Barat Kota Pekanbaru, ibukota Riau.
Saat pemain PSPS meminta gaji, Bupati Jefry memberikan jawaban supaya harus menunjukan prestasi lebih utama dengan catatan harus menang bertanding di kandang sendiri.
Saat ini, PSPS Kampar berada pada peringkat 13 sementara dari 18 tim yang berlaga pada ISL 2013 dengan perolehan 13 poin, 11 kali bertanding, tiga kali memang dan masing-masng empat kali tumbang dan imbang.
Sementara itu pelatih PSPS Kampar Mundari Karya mengatakan target untuk menjadi juara tentunya banyak faktor, di antaranya menyangkut keuangan. "Kalau gaji pemain saja belum dibayar, ya bagaimana mau juara," katanya. (ant/l6)