
PEKANBARU - Persoalan banjir di Pekanbaru selalu tak teratasi. Bahkan kian hari, kian banyak titik banjir yang muncul. Persoalan utamanya, ujar anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Intsiawati Ayus, air yang terjebak tersebut tidak ada tempat penampungan.
''Selama ini Pemerintah Kota Pekanbaru hanya berupaya untuk menggali selokan tanpa memikirkan kemana akhir pembuangan air yang menggenangi Kota Pekanbaru. Semua orang teriak jalan rusak, semua orang teriak banjir. Sudah ada upaya pemerintah untuk memperbaiki jalan, gali selokan agar airnya tidak sampai ke jalan. Pertanyaannya, setelah selokan digali, kemana air itu akan dialirkan?,” ujar anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Intsiawati Ayus,Selasa, (9/7/2024).
Pada kesempatan itu, Intsiawati Ayus membeberkan, sebenarnya pemerintah pusat sudah berupaya untuk membangun waduk di Kantor Walikota, Tenayan Raya. Namun, waduk itu belum dialiri air hingga saat ini.
“Alhamdulillah sejak 2016 sudah ada sebenarnya waduk untuk mengatasi banjir ini, untuk membuat genangan, dibutuhkan lahan sebesar 55 hektar, tapi hingga detik ini, waduk itu masih belum berfungsi sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Ia menjelaskan, alasan kenapa hingga saat ini waduk itu belum digunakan adalah karena Pemko belum melakukan pembebasan lahan kepada masyarakat setempat.
“Katanya (pemko) saat dibangun itu sudah selesai dengan masyarakat. Ketika akan digunakan, eh masyarakat protes. Ternyata hingga saat ini belum ada pembebasan lahan dari Pemko dengan masyarakat untuk pembuatan waduk itu,” bebernya.
Anggota DPD RI itu khawatir apabila waduk itu tidak segera dialiri air, maka akan terjadi kerusakan. “Waduk itu kalau tidak segera diisi air akan lapuk, retak dia. Kan sayang, padahal anggaran yang sudah dikeluarkan untuk itu mencapai Rp87 miliar, uang APBN itu loh, bukan APBD, masa sudah ada, sekarang kita biarkan terbengkalai begitu saja,” ujarnya dengan raut muka sedih.
Selain itu, Intsiawati Ayus menceritakan, untuk mengaliri air dari perumahan, jalan protokol, dan sebagainya untuk ke waduk diperlukan pompa air dan embung.
''Yang mengepung Kota Pekanbaru ini ada 4 pintu air, setiap ada yang tergenang tentunya dibutuhkan pompa air. Maka tidak seluas waduk, di pintu air itu diadakan embung-embung. Jadi air itu nanti bisa dialirkan ke Sungai Siak. Alhamdulillah pembangunannya akan direalisasikan pada November 2024 mendatang,” pungkasnya. ***