
DURI - Pasca terbakarnya 11 ruangan di SMAN 3 Mandau Jalan Tuanku Tambusau, Desa Simpang Padang, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Rabu (23/12/2015) sekitar pukul 04.45 WIB lalu, rehab atau perbaikan ruangan menunggu hasil kajian teknis.
11 ruangan yang terbakar, meliputi 1 kantin, 2 ruangan perpustakaan, 5 ruangan kelas 2, 1 ruangan peralatan pramuka dan 2 ruangan kerja (kepala sekolah dan wakil kepala sekolah).
"Saat kejadian saya langsung meninjau ke SMAN 3 Mandau, karena saat itu sedang ada kegiatan di Mandau. Saya juga sudah melaporkan hal itu ke Pj Bupati Bengkalis," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan, Heri Indra Putra saat dikonfirmasi GoRiau.com, Minggu (1/1/2016).
Ia menyarankan kepada Pj Bupati Bengkalis, Ahmad Syah Harofie, agar rehab ruangan belajar dan lainnya dimasukkan pada APBD-Perubahan 2016. Karena menurutnya, jika diajukan tahun 2017, bukan lagi wewenang kabupaten, tapi Dinas Pendidikan Provinsi Riau, untuk menganggarkannya.
"Sebelum dimasukkan ke APBD-P 2016, tentu ada kajian teknis terlebih dahulu. Misalnya, bulan Juni APBD-P disetujui, bulan September ketok palu, sekitar 2-3 bulan pekerjaan rehab bisa dilaksanakan," ujarnya.
Dirinya juga berharap, rehab ruangan yang terbakar di SMAN 3 Mandau dipenghujung tahun 2015, menjadi perhatian penting Bupati Bengkalis terpilih.
"Untuk APBD 2016 (murni) sudah tidak bisa diajukan lagi. Jadi harap kita (Dinas Pendidikan, red) bisa terlaksana di APBD-P 2016, untuk perbaikan ruangan yang terbakar di SMAN 3 Mandau," terangnya.
Siswa-siwi Kelas X Sementara Masuk Siang
Dari 33 ruangan belajar di SMA 3 Mandau, yang terbakar 2 ruangan perpustakaan, 5 ruangan kelas 2, 1 ruangan peralatan pramuka dan 2 ruangan kerja (kepala sekolah dan wakil kepala sekolah).
"Sementara waktu, hingga ada rehab kembali, siswa-siswi kelas X masuk siang. Untuk kelas XI dan kelas XII, masuk pagi seperti biasanya. Setidaknya kegiatan belajar mengajar bisa terus dilanjutkan," tutup Heri Indra Putra menjelaskan.***