BENGKALIS, GORIAU.COM - Memaksimalkan pengamanan di perairan Negara Kesatuan Indonesia (NKRI) khususnya di wilayah Kabupaten Bengkalis, Polres Bengkalis akan terus memantau titik-titik rawan penucurian ikan yang dilakukan nelayan warga negara asing (WNA).

"Kita akan tetap melakukan patroli rutin dengan maksimal di wilayah yang rawan dan rentan dimasuki oleh nelayan asing.untuk mencuri ikan di perairan kita," papar Kasat Polair Polres Bengkalis, AKP Angga Herlambang melalui Kanit Gakkum Polres Bengkalis Brigadir Teguh Rahmad kepada wartawan, Senin (8/6/2015).

Adapun perairan-perairan yang rentan dimasuki kapal asing, Satpolair memetakannya menjadi dua titik, yakni di perairan Bantan dan Rupat Utara. Dua lokasi ini dinilai sangat sering dimasuki oleh nelayan asing, karena wilayahnya sangt berdekatan dengan Selat Malaka.

"Ini lah beberapa hal yang kita lakukan supaya tidak ada lagi pencurian ikan diwilayah kita yang dilakukan oleh nelayan asing, seperti Malaysia dan lain sebagainya. Karena masayarakat kita saja saat ini masih mengalami kekurangan ikan," sebut Teguh.

Apalagi, lanjutnya, nelayan yang mencari nafkah lewat menjaring ikan di Kabupaten Bengkalis ini sebanyak sekitar 4.000-an. Sehingga area-area untuk menangkap ikan dilaut cukup membuat nelayan tempatan menjadi rugi dengan masuknya kapal asing yang mengeruk habis-habisan.

"4.000-an nelayan itu saja, jika dikapling-kaplingkan, maka tidak mencukupi mereka untuk mencari nafkah. Makanya kita tetap akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pengamanan diperairan Kabupaten Bengkalis terhadap masuknya nelayan asing yang telah melewati perbatasan dan mencuri ikan di perairan kita," tutupnya.(ail)