SELAT PANJANG, GORIAU.COM - Pasang keling atau naiknya air dengan ketinggian beberapa meter melanda ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti, Selatpanjang. Akibatnya kota perdagangan dan pelabuhan ini dilanda banjir besar atau yang sering disebut warga dengan istilah banjir Rob.

Sebenarnya naiknya air laut sudah mulai dirasakan warga sejak Desember 2012 lalu, namun semakin hari semakin tinggi, hingga air sudah masuk ke wilayah kota Selatpanjang. Awalnya, air hanya sampai di sekitar Pasar Sandang Pangan yang berdekatan dengan laut, namun lama kelamaan semakin mengarah ke darat hingga Jalan Imam Bonjol tidak jauh dari simpang Jalan Merdeka, persimpangan Jalan Teuku Umar dan Jalan Siak serta Jalan Kartini, dan Jalan Imam Bonjol. 

Bahkan hingga Minggu (13/1/2013) siang tadi, di beberapa kawasan, ketinggian air sudah setinggi lutut orang dewasa. Menurut warga, banjir besar ini diberi nama banjir rob karena sangat besar dan sulit dilewati, dan airnya bercampur dengan air laut.

''Lebih baik tak beraktifitas atau di rumah saja, karena kalau kendaraan atau motor kena air banjir akan berkarat. Air itu bercampur dengan air laut,'' ujar salah seorang pedagang sayur, Ferry kepada wartawan, Minggu (13/1/2013). (kpt)