
PEKANBARU, GORIAU.COM - Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayjen Lodewyk Pusung, punya trik sendiri dalam mengatasi karhutla, dengan merubah dari pemadaman api menjadi antisipasi kebakaran. Hal tersebut diungkapkan saat mengunjungi posko karhutla di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Jumat (25/9/2015), sekitar pukul 08.15 WIB.
Dihadapan ketua dan jajaran BNPB, Pangdam menyarakan agar tim satgas tidak membuang-buang anggaran, dan lebih menekankan pencegahan terhadap Karhutla di Riau.
"Kebakaran hutan di Riau ini, sudah terjadi hampir 18 tahun, sepertinya tindakannya masih cara lama, selalu melakukan pemadaman, coba sedikit di rubah konsepnya, lakukan pencegahan sebelum terjadi pembakaran," ungkap Panglima.
Konsep pencegahan ini, menurut Pangdam, bisa dilakukan dengan patroli baik oleh pihak kepolisian, satgas BNPB maupun prajurit TNI.
"Lakukan patroli disetiap titik-titik rawan sebelum terjadi kebakaran, jika ada oknum yang terindikasi melakukan pembakaran, maka satgas dengan berkordinasi dengan aparat langsung ambil tindakan tegas, tangkap saja," ungkapnya berapi-api.
Menurutnya konsep tersebut dinillai lebih baik dari pada pemadaman yang dilakukan setelah hutan terbakar, disatu sisi, pencegahan juga meringankan beban pemerintah, dalam hal anggaran.
"Kalau sudah terbakar, semua kelabakan, seluruh instansi terkait kalang kabut, anggaran tersedot kemana-mana, ditambah dengan kabut asap yang buat warga sakit, otomatis biayanya lebih banyak," tuturnya.
Pangdam Bukit Barisan, juga meminta agar BNPB bisa menyiapkan anggaran sebelum dilakukan pemadaman.
"Saya akan catat konsep tersebut dan juga akan saya laporkan kepada Pangkostrad, Panglima TNI, bahwa konsep tersebut sangat bagus dalam penanganan Karhutla di Riau," pungkasnya.
Sementara itu Kepala BPBD Riau Edwar Sanger , menyambut baik ide Pangdam tersebut.
"Saya pikir ide panglima sangat bagus, dan bisa diterapkan, mudah-mudahan kedepan bisa kita laksanakan," tukas Edwar.(dnl)