TELUKKUANTAN – Kabut asap tebal menyelimuti wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, pada Ahad (23/8/2026) pagi, memangkas jarak pandang hingga sekitar 500 meter dan memicu kekhawatiran kesehatan di tengah berkumpulnya ratusan ribu pengunjung untuk menyaksikan Festival Pacu Jalur.

Kabut asap pekat yang melanda wilayah di Kuansing menandai penurunan kualitas udara terparah sejak kebakaran hutan dan lahan mulai membakar kawasan kabupaten tetangga sejak beberapa pekan lalu.

Warga setempat melaporkan dampak kesehatan langsung akibat lonjakan polusi udara secara mendadak tersebut. Mardi, seorang warga Teluk Kuantan, mengatakan bahwa pekatnya asap pada Ahad pagi telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Luar biasa pekat pagi ini, bikin mata terasa perih juga," kata Mardi, sembari menambahkan bahwa ia menduga asap tersebut merupakan kiriman dari kabupaten tetangga yang masih mengalami kebakaran lahan.

Bencana lingkungan ini terjadi bersamaan dengan salah satu perhelatan budaya terbesar di Riau. Festival Pacu Jalur menarik perhatian ribuan wisatawan, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan timbulnya gangguan pernapasan massal di kalangan penonton maupun peserta. Saat ini, para wisatawan sudah berkumpul di Telukkuantan untuk menyaksikan laga final.

"Kita mengimbau, masyarakat untuk mengenakan masker jika keluar rumah, karena kualitas udara tidak bagus," kata Mardi.***