PEKANBARU - Setelah dilakukan pembahasan di tingkat komisi DPRD Riau, Gubernur Riau dan DPRD Riau secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman terkait Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Platform Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan 2020.

Nota kesepahaman ini sebenarnya dijadwalkan siang hari, namun karena masih ada beberapa hal yang belum terselesaikan, maka rapat paripurna diundur hingga malam hari, tepatnya pukul 21.00 WIB.

Rapat sendiri dilaksanakan dengan mengacu pada protokoler kesehatan dan diikuti oleh perwakilan masing-masing komisi dan fraksi yang ada di DPRD Riau.

Gubernur Riau, Syamsuar usai rapat kepada GoRiau.com mengatakan, hari ini dirinya menghadiri rapat paripurna dengan beberapa agenda, diantaranya pembahasan sejumlah Ranperda pada sore hari dan Nota Kesepahaman APBD P pada malam hari.

"Sore tadi juga agenda paripurna di DPRD Riau. Semoga nanti setelah ini dilanjutkan dengan penyampaian Ranperda, semua bisa berjalan dengan lancar dan bisa disahkan," kata Syamsuar, Senin malam (21/9/2020).

Terkait besaran perubahan anggaran di APBD Perubahan, Syamsuar mengaku belum mengetahui secara pasti karena saat ini masih dibahas oleh DPRD Riau melalui Badan Anggaran (Banggar) dan Pemprov Riau melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Syamsuar melanjutkan, dirinya optimis APBD ini bisa terkejar sesuai dengan batasan waktu, yakni 30 September 2020 sudah ketok palu di paripurna.

"Tentunya ini bersama dewan lah, kita harap bisa dikejar," singkatnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Riau, Indra Gunawan Eet membenarkan jika terjadi defiasi pada APBD Perubahan ini, namun ia tidak tahu angka pastinya. Yang jelas, ada beberapa kebijakan yang dimasukkan di APBD P sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) sejumlah menteri.

Terkait waktu yang tersisa hanya 9 hari menjelang ketok palu, Eet menyerahkan hal ini kepada rekan-rekannya di Banggar supaya lebih berkonsentrasi untuk membahas ini secara maraton.

"Mungkin kawan-kawan akan marathon membahas ini, biasanya ada Kunker, ada Sosper, mungkin ini tidak dilakukan karena kita konsentrasi dengan sisa waktu, pasnya 30 September," tutupnya.***