PEKANBARU – Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, H Syamsuar-Edy Natar, sukses membuktikan kinerja mereka jauh melampaui target yang ditetapkan dalam RPJMD 2019-2024.

Pengamat ekonomi dan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau, Assoc. DR. H. Edyanus Herman Halim, SE., MS, mengapresiasi kinerja pasangan ini yang mampu memulihkan perekonomian Riau meski sempat diterpa pandemi Covid-19.

Pertumbuhan ekonomi Riau pada 2022 mencapai angka signifikan 4,55 persen, melebihi target RPJMD 2019-2024 yang hanya mencapai 3,1 persen hingga 3,75 persen. Riau pun berhasil memberikan kontribusi sebesar 5,18 persen terhadap perekonomian nasional.

“Walaupun sempat diterpa bencana Covid 19 yang menyebabkan perekonomian Indonesia secara keseluruhan terkontraksi sangat tajam, namun recovery-nya dapat kembali menyesuaikan dengan dinamika masyarakat yang ada,” ujar Edyanus pada siaran pers yang disebarkan Diskominfotik Riau, Minggu (16/4/2023).

Membaiknya pertumbuhan ekonomi Riau memberikan dampak positif pada kesejahteraan masyarakat. TPT Riau pada 2022 hanya sebesar 4,37 persen, lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 4,42 persen. Capaian ini mendekati target RPJMD 2019-2024 sebesar 3,74 persen.

Sementara itu, jumlah penduduk miskin turun menjadi 6,78 persen, mendekati target RPJMD 2019-2024 yang menetapkan target penduduk miskin sebesar 6,05 persen. Kesejahteraan penduduk pedesaan meningkat dengan naiknya Nilai Tukar Petani (NTP) dari 133,68 menjadi 139,27.

Edyanus juga mengapresiasi keberhasilan Riau dalam mengurangi kesenjangan perekonomian, terlihat dari indeks Gini Rasio yang mencapai 0,326, lebih baik dari target RPJMD 2019-2024 sebesar 0,334. Perekonomian Riau dan tingkat kesejahteraan masyarakat semakin baik dengan kemandirian daerah Riau yang meningkat. ***