
PEKANBARU - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Riau, Abdul Wahid mengungkapkan pihaknya menunda jadwal Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB se-Riau.
Muscab ini sebenarnya dijadwalkan tanggal 20-21 Maret 2021 lalu dan dilaksanakan terpusat di Kota Pekanbaru, namun Dewan Pimpinan Pusat (DPP) mengintruksikan supaya jadwal ini diundur.
"Iya, diundur sampai lepas lebaran, karena Riau ini masuk zona Sumatera, zona Sumatera itu setelah lebaran semua, kecuali Lampung, tidak ada pertimbangan apa-apa, memang instruksi DPP saja," kata Anggota DPR RI Dapil Riau 2 ini kepada GoRiau.com, Rabu (24/3/2021).
Dijelaskan Politisi asal Indragiri Hilir ini, Muscab yang semula direncanakan terpusat di Kota Pekanbaru ini, kemungkinan akan dipecah ke kabupaten atau kota masing-masing.
Dengan dilaksanakannya serentak ini, maka nanti perwakilan dari DPP akan turun langsung menghadiri Muscab di setiap kabupaten kota, sehingga tidak perlu banyak pengurus yang datang ke Riau.
"Nanti waktu Muscab-nya juga tidak serentak, mungkin secara bergiliran, jadi tidak satu hari," imbuhnya.
Terkait Surat Keputusan (SK) pengurus yang sudah habis, kata Wahid, DPP akan membuatkan SK sementara sampai Muscab di daerah tersebut tuntas. Yang di-SK-kan kemungkinan besar merupakan pengurus DPW PKB Riau.
"SK yang sudah habis akan dibuatkan SK sementara sampai selesai Muscab, diisi sama pengurus DPW," tutupnya.
Sebelumnya, Abdul Wahid mengatakan, rencananya Muscab ini akan dilaksanakan secara serentak pada minggu kedua Bulan Maret 2021 mendatang.
Saat ini, kata Mantan Anggota DPRD Riau ini, proses sudah mulai berjalan dimana pengurus partai tingkat kecamatan telah mengusulkan sejumlah nama untuk dilakukan analisa oleh DPP PKB.
"PAC mengusulkan beberapa nama, DPW sudah menerima dan telah meneruskan ke DPP. Setelah itu baru akan dilantik, misalnya di Pekanbaru, itu ada 5-6 orang yang diusulkan," jelas Wahid kepada GoRiau.com, Kamis (18/2/2021).
Wahid menambahkan, tidak ada kriteria umum untuk pemilihan Ketua DPC PKB yang baru ini, namun yang jelas sosok tersebut mesti memiliki komitmen kuat untuk membesarkan partai besutan Muhaimin Iskandar di daerahnya masing-masing. ***