PEKANBARU, GORIAU.COM - Belasan narapidana kalangan pelajar setara Sekolah Menengah Atas (SMA) penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak dan Wanita Pekanbaru terdaftar sebagai peserta Ujian Paket C. Mereka adalah warga binaan yang terlibat sejumlah kasus, seperti pemerkosaan, pencurian, pembunuhan hingga narkoba.

"Sementara untuk Ujian Nasional yang dimulai hari ini tidak ada yang ikut," kata Kepala Seksi Pembinaan dan Kegiatan Kerja (Binadik), Hasan kepada pers di Pekanbaru, Senin (14/4/2014).Sebanyak 15 napi tersebut, kata dia, terdiri dari warga binaan kasus pemerkosaan, pembunuhan, pencurian dan narkotika serta obat-obatan terlarang (narkoba).Terbanyak menurut dia merupakan napi dari kasus narkoba dan pencurian.Sebagian besar, kata Hasan, merupakan napi yang telah menjalankan hukuman lebih dari satu tahun. "Mereka yang tadinya tercatat sebagai pelajar sekolah, kemudian diberhentikan dan akhirnya mengikuti ujian kesetaraan atau Paket C yang akan digelar Dinas Pendidikan setelah Ujian Nasional," katanya.Menurut data Dinas Pendidikan Provinsi Riau, sebanyak 76.894 siswa-siswi dari sejumlah SMA/sederajat di seluruh kabupaten/kota mengikuti Ujian Nasional yang dilaksanakan serentak hari ini. Untuk tingkat SMA terdata sebanyak 41.928 pelajar, SMK sebanyak 21.349 pelajar, Madrasah Awaliyah (MA) sebanyak 8.949 pelajar, peserta Paket C sebanyak 4.653 orang dan SMA Luar Biasa sebanyak 15 pelajar.Sementara mengenai untuk rincian masing-masing daerah, Kota Pekanbaru menjadi peserta terbanyak dengan total 15.828 pelajar. (fzr/ant)