
JAKARTA - Perairan Riau kembali menjadi jalur yang diuji oleh perlintasan barang terlarang berskala internasional. Sebuah kapal berbendera Tanzania, MV Ocean Porter, ditangkap oleh otoritas berwenang setelah kedapatan membawa muatan diduga narkotika dalam jumlah masif saat melintas di perairan Tanjung Parit, Bengkalis, Riau, Senin (17/8/2026).
Kepala BNN, Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa penindakan ini merupakan hasil kerja sama berbagai instansi pengawas pintu masuk laut. Operasi tersebut menyoroti tantangan pengawasan dan pentingnya sinergi penjagaan batas laut dari ancaman sindikat narkoba.
"Tim Gabungan BNN RI, Bea Cukai dan Polda Kepri berhasil mengamankan kapal MV Ocean Porter di perairan Tanjung Parit, Bengkalis, Riau, 17 Agustus 2026 pukul 18:00 WIB," urai Suyudi dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).
Modus Identitas Palsu
Dalam operasi pengamanan laut tersebut, petugas mendapati taktik penyamaran yang digunakan untuk mengelabui patroli. Jenderal polisi bintang tiga itu mengungkapkan bahwa kapal terkait sengaja mengubah data registrasinya.
Kapal tersebut diketahui menggunakan identitas palsu dari nama asli MV Rain Maker menjadi MV Ocean Porter. Langkah ini dibarengi dengan penggunaan bendera negara Tanzania sebagai kedok operasional.
Setelah proses penangkapan di titik koordinat, kapal MV Ocean Porter langsung ditarik menuju Pelabuhan Pangkalan Bea Cukai Karimun. Tindakan ini diambil guna memfasilitasi proses pemeriksaan fisik secara komprehensif terhadap seluruh struktur kapal.
Metode Deteksi dan Temuan Barang Bukti
Penyisiran tidak hanya mengandalkan pengecekan manual, namun melibatkan serangkaian instrumen pelacakan mutakhir. Petugas menggunakan sejumlah metode pemeriksaan terukur, termasuk pelibatan anjing pelacak atau K9, teknologi backscatter, perangkat Trunarc, dan pengujian narkotest.
"Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan cairan diduga Narkotika Cair Jenis methamphetamine dengan berat kurang lebih dari 1,6 ton," ungkapnya merinci hasil temuan petugas gabungan di lapangan.
Sejauh ini, pihak BNN belum memaparkan secara rinci terkait tindak lanjut jaringan penyelundupan tersebut. Di samping itu, catatan kronologi penindakan di wilayah Riau juga menyoroti peran TNI yang sebelumnya berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton narkoba, menandakan tingginya frekuensi kerawanan di jalur tersebut. ***