SELATPANJANG - Seperti adegan di film 2012, jalan di Kepulauan Meranti juga mengalami patah dan tanahnya terbalik. Akibatnya, satu unit sepeda motor milik warga Kampungbalak Kecamatan Tebingtinggi Barat Kepulauan Meranti, Riau, tertelan bumi.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Lintas Alai - Mengkikip, tepatnya di daerah Kampungbalak. Dimana, salah seorang guru SMP Kampungbalak bernama Indra menjadi korban.

Menurut cerita Irwan warga Tanjungperanap, waktu itu Indra hendak ke Selatpanjang bersama istrinya. Ketika melintasi jalan lintas Alai - Mengkikip, tiba-tiba Indra merasa sepeda motor Vixion miliknya seperti hendak terbenam dalam lumpur. Lalu, istrinya turun dan menjauh dari jalan.

Sementara Indra dikabarkan masih berada di dekat sepeda motornya saat itu. Tidak lama kemudian, terlihat tanah jalan (karena memang belum disemenisasi atau hotmix) tiba-tiba naik dan makin tinggi. Melihat kejadian aneh, Indra langsung meninggalkan sepeda motornya di tengah jalan. Tanah yang naik semakin tinggi langsung patah dan terbalik. Sementara sepeda motor Indra yang tak berhasil diselamatkan ikut masuk ke dalam perut bumi.

"Usai kejadian, Indra langsung menghubungi warga. Kami pun pergi ke lokasi yang dimaksud," cerita Irwan kepada GoRiau, Kamis (22/6/2017).

Sesampainya di lokasi sepeda motor tertelan bumi ini, Irwan dan teman-temannya langsung membantu Indra. Warga yang ikut membantu memasukkan besi sepanjang 5 meter untuk menemukan sepeda motor namun tak berhasil. Beberapa warga lain pun langsung menyelam dan mencoba mencari sepeda motor milik Indra. "Kami menyelam, lewat 5 meter ke bawah namun tak berhasil menemukan sepeda motor milik Indra," kata Irwan.

Irwan mengaku kejadian ini agak aneh. Sebab, dinihari sebelum Indra dan istrinya ke Selatpanjang, ada beberapa pekerja lembur mengerjakan peningkatan jalan tersebut. Lalu paginya malah jalan tanah tersebut patah dan membalik. "Kami akhirnya dilarang untuk menyelam. Masih ada sepeda motornya di dalam," cerita Irwan.

Beberapa hari kemudian, jalan itu kembali bisa dilintasi. Bahkan, tak sedikit warga Tanjungperanap ke Selatpanjang melewati jalan yang sebelumnya patah dan tanahnya terbalik.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Barliansyah SIK melalui Kapolsek Tebingtinggi Barat Ipda Aguslan membenarkan kejadian ini. Menurut Aguslan, memang sulit menemukan sepeda motor yang tertelan ke dalam bumi itu. Untuk mengantisipasi agar warga lain tidak mengalami hal yang sama, polisi telah memasang garis tanda dilarang melintas. "Benar kejadian itu," ujar Aguslan. ***