PEKANBARU – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Pekanbaru menilai Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, sebagai pemimpin yang tidak memiliki rasa peduli terhadap masyarakatnya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum KAMMI Daerah Pekanbaru, Arif Nanda Kusuma, menanggapi gerombolan pejabat Pemko Pekanbaru yang rencananya akan berangkat ke luar negeri.

Pasalnya, di saat yang bersamaan masyarakat tengah menghadapi berbagai kesulitan, mulai dari kelangkaan minyak goreng dan bio solar yang berdampak pada kemacetan di sejumlah SPBU.

"Belum lagi perekonomian masyarakat Kota Pekanbaru yang masih kesulitan sejak pandemi melanda, permasalahan di lingkungan seperti sampah yang menggunung di berbagai titik di kota pekanbaru dan banjir yang selalu melanda ketika turun hujan, begitu pula jalan-jalan yang rusak akibat pembangunan IPAL," ujarnya, Rabu (23/3/2022).

Permasalahan-permasalahan tersebut, jelasnya, belum bisa disentuh secara serius oleh Pemko Pekanbaru, buktinya persoalan itu masih menjadi keluhan. Hal ini menandakan bahwa Pemko Pekanbaru belum hadir di tengah-tengah masyarakat.

Perjalanan dinas ke luar negeri, menurutnya, merupakan bentuk pemborosan anggaran yang dilakukan oleh Pemko Pekanbaru. Yang mestinya anggaran itu bisa dialihkan ke penyelesaian dari persoalan-persoalan tadi.

"Seharusnya Pemko Pekanbaru sebagai kota dengan visi smart city madani tidak melanggar nilai-nilai Islam seperti yang tertuang dalam surat Al Isra ayat 27 untuk tidak berlaku boros.

"Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya."

Sebagai Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, mestinya lebih memprioritaskan untuk menyelesaikan dan memberikan solusi yang konkrit terkait masalah ini, dibandingkan pergi ke luar negeri dengan biaya menggunakan APBD.

Untuk itu, KAMMI Daerah Pekanbaru menyatakan sikap secara tegas untuk mendesak Firdaus segera membatalkan pengajuan perjalanan dinas ke Luar Negeri, mendesak dan mempercepat Wali Kota untuk menyelesaikan permasalahan seperti kelangkaan minyak goreng, BBM jenis solar, kemacetan, sampah dan banjir.

"Mendesak Pemerintah Kota untuk menggunakan APBD secara efektif dan substansial agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat Kota Pekanbaru," tutupnya.

Dalam rencana perjalanan dinas ini, Firdaus mengajak beberapa pejabat lain, diantaranya Sekda Muhammad Jamil, Asisten I Syoffaizal, Asisten II El Syabrina, Asisten III Masykur Tarmizi, Kepala Dinas PUPR Indra Pomi, Kepala Dinas Pendidikan Ismardi Ilyas, Kepala Dinas Kesehatan Zaini Rizaldy, Kepala Bapenda Zulhelmi Arifin, Kepala Diskominfo Firmansyah Eka Putra, Kepala DPMPTSP Akmal Khairi, Kepala Distanak Muhammad Firdaus, Sekretaris Dinas PUPR Pekanbaru Edward Riansyah, Plt Kabag Tupim Edi Susanto, Direktur PT Sarana Pembangunan Pekanbaru Heri Susanto. ***