PEKANBARU – Kondisi Karhutla di Riau menunjukkan hasil yang lebih baik. Dalam satu hari, Riau yang sebelumnya memiliki 156 titik panas telah turun menjadi 56 titik panas. Genap 100 titik panas telah hilang di wilayaha Lancang Kuning.

Menanggapi hal itu, Gubernur Riau, Abdul Wahid mengingatkan agar tetap waspada. Dirinya katakan agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya di puncak musim kemarau pada Juli hingga Agustus.

“Ini masa-masa kritis, jangan anggap sepele. Saya juga sudah mengimbau Kades, RT dan RW harus siaga api. Masyarakat harus berhati-hati, jangan gunakan api saat membersihkan lahan, karena kalau terjadi bencana karhutla, dampak negatifnya itu bisa mengancam anak-anak kita terkena ISPA,” tegas Wahid di Mapolda Riau, Sabtu (26/7/2025).

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama semua pihak dalam mencegah karhutla. Tidak hanya aparat desa, tetapi seluruh masyarakat diminta saling mengingatkan dan mengaktifkan patroli wilayah.

“Pak Kades harus siaga, perintahkan RT dan RW untuk memeriksa siapa pun yang mau bekerja di kebun, termasuk yang pergi memancing jangan buang puntung rokok sembarangan. Kita tahu sebagian besar lahan kita adalah gambut. Kalau kering dan ada pemicunya, sangat mudah terbakar,” kata Wahid.

Lebih lanjut, Wahid juga meminta agar kanal blocking (penyekat kanal) ditutup agar lahan gambut tetap dalam kondisi basah, sehingga tidak mudah terbakar.

“Gambut itu kalau dibiarkan kering sangat berbahaya. Maka saya minta kanal-kanal blocking ditutup supaya kelembaban gambut tetap basah dan terjaga,” ujarnya.

Mengenai status penanganan karhutla di Riau, Wahid menegaskan bahwa hingga kini provinsi masih berada dalam Status Tanggap Darurat Karhutla. “Status kita masih tetap, kita belum menurunkan status tanggap darurat Karhutla,” tegasnya.

Sebagai informasi, wilayah Riau memang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan pada puncak kemarau. Pemerintah bersama Satgas Karhutla terus melakukan berbagai upaya, termasuk pemantauan udara dan patroli darat, untuk mencegah meluasnya titik api. ***