
SELATPANJANG - Meski tanpa menghadirkan artis Ibukota, perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Kepulauan Meranti, Riau, tetap sukses berlangsung dan meriah. Buktinya, tahun 2016 ini, pada MTQ VIII Pemkab Kepulauan Meranti tidak lagi mengundang artis ibukota dan hanya memanfaatkan grup-grup musik yang ada di Kota Sagu.
Pantauan GoRiau, saat pembukaan MTQ VIII Kepulauan Meranti, Sabtu (17/9/2016) tari persembahan dan musik pengiringnya oleh Komunitas Seni Muda Bernas (Kemas). Yang mana, pemusik dan penari ini berasal dari Selatpanjang dan sekitarnya. Intinya, pada perhelatan MTQ tahun 2016, tidak lagi ada artis Ibukota sebagaimana pada MTQ VII tahun 2015 lalu yang telah mengundang hadir artis Ibukota, Sulis.
Begitu juga pada penutupan MTQ, Rabu (21/9/2016) malam, kembali terlihat Kemas Meranti mempersembahkan karya terbaiknya. Tarian pembuka pun sukses dilakukan. Selain Kemas, juga ada beberapa grup musik bernada islami asli Kecamatan Tebingtinggi yang ikut memeriahkan malam penutupan. Ribuan masyarakat Meranti pun terlihat memadati halaman Kantor LAMR maupun di jalan yang terletak di depan dan samping kiri kantor (LAMR) itu.
Baik pembukaan maupun penutupan MTQ VIII Kepulauan Meranti ini tidak lagi terlihat dan terdengar dentuman-dentuman petasan seperti tahun lalu.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs H Said Hasyim, dalam penyampaiannya mengatakan, tujuan digelarnya MTQ ini adalah mengharapkan ridho Allah turun ke Bumi Tanah Jantan. Untuk itu, kata Said Hasyim lagi, MTQ ini harus memberikan dampak positif yaitu semua perangkat dimulai dari RT, RW, Kades, Camat, Kepala SKPD, hingga ke Bupati semuanya harus bisa membaca Al-Quran.
Al-Quran itu, kata Said Hasyim juga, harus dibaca, dipahami, dan dihayati dengan benar. Al-Quran kalau tidak dibaca maka tidak akan mengerti isi kandungannya. Kalau isi kandungannya tidak dimengerti, bagaimana menjalankan kehidupan sesuai norma atau aturan agama. "Kepada semuanya, kami mengajak dan mengimbau, mari kita kembangkan budaya membaca Al-Quran ini di tengah kehidupan berumah tangga," ujar Said Hasyim.
Sebelumnya, Ketua Pelaksana MTQ yang juga Asisten I Alizar juga mengatakan hal yang sama. Kata Alizar, perhelatan MTQ setiap tahun di Kota Sagu ini jangan menjadi kegiatan yang mubazir dan tidak memberi bekas di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Untuk itu, agar kegiatan ini bisa berdampak positif sebagaimana diharapkan bersama, kata Alizar juga, diperlukan perhatian dan keterlibatan seluruh komponen yang ada di Kepulauan Meranti. "Agar, pasca perhelatan MTQ ini dapat memberi manfaat pembinaan kehidupan masyarakat," ungkap Alizar.
Kepada yang menang, Alizar berpesan agar mempersiapkan diri ke pemusatan latihan untuk menuju MTQ tingkat Provinsi Riau di Pekanbaru. Sementara kepada yang belum berhasil diminta agar tidak berkecil hati dan harus melakukan berbagai upaya agar pada saat mendatang mampu meraih prestasi sebagaimana diharapkan.
Untuk tahun ini, peserta terbaik dinobatkan kepada Siti Nuraini golongan tilawah anak-anak. Nuraini yang pernah mendapat peringkat ketiga cabang Muratillah pada MTQ tingkat Nasional tahun 2016 memperoleh nilai 93,7. Gadis cilik berusia 13 tahun itu berasal dari Kecamatan Tebingtinggi. Sesaat sebelum penutupan MTQ, Siti Nuraini berkesempatan melantunkan ayat suci Al-Quran. ***