
PEKANBARU – Meski mengalami penurunan ekspor, Neraca Perdagangan Riau pada April 2023 masih mencatat surplus sebesar US$ 1,08 miliar. Hal ini menjadikan Riau mampu mempertahankan surplus kumulatif selama Januari-April 2023 sebesar US$ 5,10 miliar.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, Senin (15/5/2023), menjelaskan, "Neraca perdagangan Riau surplus sebesar US$ 1,08 miliar. Ini merupakan neraca ekspor-impor, Yang mana ekspor Riau US$ 1,30 miliar dan impor US$ 224,03 juta".
Riyadi merinci bahwa nilai ekspor Riau April 2023 sebesar US$ 1,30 miliar, mengalami penurunan 11,15 persen dibanding ekspor Maret 2023.
"Meski ada penurunan, kontribusi seluruh ekspor Riau terhadap nasional masih cukup signifikan, yaitu sebesar 4,78 persen," ungkap Riyadi.
Ia juga menambahkan, "Secara kumulatif nilai ekspor Riau Januari - April 2023 sebesar US$ 6,03 miliar atau mengalami penurunan sebesar 18,73 persen dibanding periode yang sama tahun 2022."
Pada sisi lain, nilai impor Riau April 2023 sebesar US$ 224,03 juta, mengalami kenaikan sebesar 14,49 persen dibanding impor Maret 2023. "Kontribusi seluruh impor Riau terhadap nasional sebesar 1,13 persen," tambah Riyadi.
Riyadi juga menggarisbawahi bahwa nilai impor Riau Januari - April 2023 sebesar US$ 932,91 juta, justru mengalami penurunan sebesar 0,31 persen dibanding periode yang sama tahun 2022. "Namun, impor nonmigas mencapai US$ 888,92 juta atau mengalami kenaikan sebesar 4,79 persen," jelasnya.
Neraca perdagangan yang surplus dan angka impor nonmigas yang mengalami kenaikan ini membuka peluang bagi Riau untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah penurunan ekspor. ***