
DUMAI - Ribuan massa dari unsur mahasiswa akan lakukan aksi damai, Rabu (19/10/2016) besok di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Dumai dan Pemerintah Kota (Pemko) Dumai. Hal itu dikarenakan mahasiswa merasa dibohongi dengan janji yang sudah diberikan saat melakukan aksi 6 Oktober 2016 lalu di Gedung DPRD Kota Dumai.
Hal itu diungkapkan salah seorang orator dalam aksi besok Ansor kepada GoRiau.com, Selasa (18/10/2016). Selain melakukan aksi damai besok, mahasiswa juga meminta agar Ketua Komisi I DPRD Kota Dumai dan Kabag Kesra Setdako Dumai, dicopot.
"Kita sudah menunggu selama 10 hari lebih, tapi tidak ada jawaban. Padahal waktu kita melakukan aksi di Gedung DPRD Kota Dumai ada nota kesepakatan yang ditandatangani Walikota Dumai, Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD dan Ketua Komisi I, terkait beasiswa," jelasnya.
Sejak tahun 2013 sampai 2015, Pemerintah Kota (Pemko) Dumai, melalui Bagian Kesra memberikan pengumuman terkait pemberian beasiswa untuk mahasiswa kelahiran Kota Dumai.
"Hal ini tidak terealisasi sampai tiga tahun, sehingga mahasiswa menuding Pemko Dumai telah melakukan pembohongan publik," ungkapnya.
Dalam pemberitaan di GoRiau.com pada tanggal 6 Oktober 2016 lalu, Zainal Abidin Wakil Ketua DPRD Kota Dumai, menyampaikan dalam perundingan itu meminta 10 hari perundingan antara DPRD dan Pemko Dumai, untuk menyelesaikan permasalahan beasiswa mahasiswa tempatan.
"Berikan kita (DPRD dan Pemko Dumai) waktu membahas beasiswa ini. Kita ingin permasalahan ini selesai," ulasnya. ***