DURI, GORIAU.COM - Aksi mogok kerja yang dilakukan buruh PT SAS International di kota Duri, kecamatan Mandau, kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (30/7/2015) pagi, ternyata menuai pertanyaan dari berbagai pihak.

Terlihat Kapolsek Mandau Kompol Taufiq Hidayat Thayeb SIK SH didampingi Wakapolsek Mandau AKP H Sitanggang dan perwakilan pihak Disnaker Bengkalis Robin Barus bertatap muka langsung dengan managemen PT SAS Internasional.

Pantauan GoRiau.com, pertemuan antara managemen PT SAS International dengan perwakilan Disnaker Bengkalis terlihat cukup keras dan panas. Kedua pihak saling mengadu argumentnya masing-masing. Bahkan pihak managemen PT SAS International merasa benar dan sempat mengajarkan Undang Undang Ketenagakerjaan dengan perwakilan Disnaker.

Perwakilan Disnaker Bengkalis Robin Barus dan Kapolsek Mandau Kompol Taufiq, ingin masalah antara buruh dengan perusahaan cepat diselesaikan. Namun pihak perusahaan terkesan merasa benar dan sempat menolak dilakukan mediasi yang disarankan perwakilan Disnaker Bengkalis.

"Karyawan atau buruh yang mogok kerja ini kan anak kami. Kami perusahaan yang membayar gaji mereka. Jika ada permasalahan harusnya mereka rundingkan dulu dengan pihak perusahaan, bukan dengan melibatkan serikat buruh. Kami perusahaan berbadan hukum, mengerti Undang-Undang dan sudah menjalankan aturan yang sudah dibuat," kata Project Director PT SAS International, Hendry S dalam ruang pertemuan dengan Kapolsek Mandau dan perwakilan Disnaker Bengkalis.

"Biar kami selesaikan masalah ini dengan karyawan kami, bukan dengan perwakilan serikat yang bukan karyawan PT SAS. Karena jika orang serikat yang bukan karyawan PT SAS ikut dalam perundingan, mereka tidak mengetahui kondisi nyata bagaimana dilapangan," ujarnya lagi.

Padahal sebelumnya, Robin Barus, Kasi Syarat Kerja Disnaker Bengkalis ini sudah meminta pihak perusahaan lebih fleksibel. Agar masalah buruh PT SAS International bisa diselesaikan dengan bijak. Begitu juga dengan harapan Kapolsek Mandau Kompol Taifiq Hidayat.

Dalam perundingan menyelesaikan masalah itu, pihak Disnaker Bengkalis dan pihak perusahaan seperti berdebat. Pihak perusahaan terkesan benar, dan berharap tidak ada perundingan dengan serikat buruh yang sudah diberi kuasa oleh buruh PT SAS International.

"Kita minta kondisi hari ini tolong diselesaikan dulu. Bagaimana memediasi managemen perusahaan dengan pekerja (buruh, red). Semua ini ada regulasi yang mengaturnya. Intinya pengusaha untung pekerja sejahtera. Kami berikan waktu beberapa jam. Kita ingin kondisi ini mencair, jadi perusahaan jangan terlalu kaku. Ini harapan kita agar permasalahan tidak panjang dan berlarut," kata Robin Barus yang mengaku sedikit tersinggung kepada GoRiau.com, karena diajari soal Undang- Undang oleh pihak managemen PT SAS International.(ric)