
SELATPANJANG - Pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016 yang semula akan dijadikan hadiah ulang tahun ke-7 Meranti tidak bisa terwujud. Pasalnya, hingga sampai waktu ulang tahun tanggal 19 Desember, pengesahan APBD 2016 tak kunjung terlaksana.
Sebelumnya, PJ Bupati Kepulauan Meranti H Edy Kusdarwanto MM, didampingi Sekda Iqaruddin dan Kabag Humas Ery Suhairi, mengatakan pengesahan APBD 2016 akan dijadikan kado ulang tahun negeri Meranti. Pernyataan itu disampaikan Edy usai paripurna penyampaian nota keuangan APBD tahun 2016, Kamis (10/12/2015) lalu.
Waktu itu Edy mengaku yakin pengesahan RAPBD 2016 bisa segera terwujud. Ia pun meminta semua tim terkait untuk saling bersinergi dalam mencapai target (kado HUT ke-7 Meranti, red) ini.
Guna memaksimalkan dalam penyusunan dan pembahasan anggaran, Pemda juga telah mengeluarkan edaran agar pejabat eselon II, III, dan IV, tidak meninggalkan tempat. Kecuali bagi mereka yang punya kepentingan yang tidak bisa ditunda.
Sebelumnya, tanggal 17 Desember 2015 sore, Ketua DPRD Kepulauan Meranti Fauzi Hasan, ketika ditemui di kediamannya mengatakan pengesahan APBD 2016 dijadwalkan Jumat (18/12/2015). Sebab, memang pembahasan dengan masing-masing komisi dianggap sudah tidak ada masalah.
Namun, apa yang terjadi, target tidak tercapai. Hingga ulang tahun ke-7 Meranti telah sampai pada Sabtu (19/12/2015) APBD 2016 tak kunjung disahkan.
Tarik ulur antara SKPD dan Bappeda Meranti terus terjadi hingga tanggal 18 Desember 2015. Beberapa SKPD terlihat mondar mandir mendatangi Kantor Bappeda yang terletak di belakang Kantor Bupati Kepulauan Meranti Jalan Dorak Selapanjang.
Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kepulauan Meranti, Drs Iqaruddin, ketika dihubungi GoRiau, Minggu (20/12/2015) siang mengatakan mereka masih membahas (RAPBD 2016, red). "Ini kita sedang rapat membahas itu," kata Iqaruddin.***