JAKARTA, GORIAU.COM - Menko Kesra HR Agung Laksono menyebutkan, sebagian besar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sebagian wilayah Indonesia saat ini merupakan dampak dari masyarakat atau perusahaan yang membuka lahan dengan cara membakar.

Hal ini disampaikannya pada Rapat Koordinasi tingkat Menteri untuk membahas Antisipasi Dampak Musim Kemarau dan Pengendalian karhutla, Kamis (27/2/2014)  di Kemenko Kesra, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Menko Kesra mengatakan bahwa adanya peningkatan titik panas (hotspot) yang terjadi saat ini perlu dilakukan upaya pencegahan secara maksimal dengan menyiapkan operasi pemadaman kebakaran.

"Terjadinya karhutla pada umumnya disebabkan karena masyarakat membuka lahan dengan cra melakukan pembakaran," kata Menko Kesra.

Alasannya, kondisi yang ada di Indonesia, musim kemarau baru masuk pada bulan Juni. Sementara untuk cuaca dalam status kering, baru muncul pada April, Mei dan Juni 2014. Pada waktu itu baru potensi karhutla terjadi.

Hadir dalam rakor tersebut Mendagri Gamawan Fauzi, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Mentan Suswono, Kepala BNPB Syamsul Maarif, Kepala Badan Informasi Geospasial Asep Karsidi, Kepala BMKG.

Kemudian hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah. Hadirnya kedua wakil gubernur ini dikarenakan memang daerah yang paling dominan mengalami karhutla saat ini yakni Riau dan Kalimantan Tengah.

Selanjutnya turut hadir Sesmenko Kesra Sugihartatmo dan Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Lingkungan Hidup dan Kerawanan Sosial Willem Rampangilei dan Deputi menko Kesra Bidang Koordinasi Kesehatan, Kependudukan dan KB Emil Agustiono.

Kemudian Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Anak Ina Hernawati, Deputi menko Kesra Bidang penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Sujana Royat dan pejabat dari K/L/Pemprov terkait.(rls)