
DURI, GORIAU.COM - Kabut asap yang sering terjadi di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, bukan peristiwa yang aneh lagi bagi masyarakat. Setiap tahunnya, masyarakat pun harus menghirup udara yang bercampur dengan asap hasil kebakaran hutan dan lahan.
Jika hal ini terjadi secara berkelanjutan, akan menganggu kesehatan dalam tubuh manusia, terutama perkembangan otak anak, demikian dikatakan Kepala RSUD Duri, dr Ersan Saputra saat dikonfirmasi GoRiau.com, Kamis (27/8/2015) siang.
Awal pertama seseorang, baik itu dewasa atau anak-anak terkena penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), awalnya tenggorokan terasa kering. Dilanjutkan dengan batuk yang disertai dengan flu.
"Karena ketiga gejala tersebut sudah terjadi, maka tubuh akan bereaksi dan menyebabkan demam," ungkapnya.
Jika kabut asap ini terjadi secara terus-menerus dan dihirup oleh anak-anak, akan mengganggu perkembangan otak, jelas dr Ersan. Alasannya, karena tubuh dalam kondisi tidak sehat dan anak-anak selalu menghirup udara yang bercampur dengan asap. Dimana dalam udara yang bercampur asap, ada partikel-partikel kecil yang tak kasat mata, namun berbahaya.
"Untuk itu, kita menghimbau dan mengingatkan orang tua, agar anak-anak mereka memperbanyak mengkonsumsi air putih. Bukan hanya untuk anak-anak, orang dewasa pun harus demikian. Jika keluar rumah, sebaiknya menggunakan masker. Hal itu untuk mencegah masuknya partikel berbahaya masuk ke dalam lubang pernafasan kita," himbau dr Ersan menjelaskan.(ric)