NAMA Ali Azhar jadi perbincangan banyak orang beberapa hari terakhir ini, bagaimana tidak, nama pria yang merupakan cucu Tuan Guru Sapat tersebut mendadak muncul sebagai calon wakil Bupati Inhil yang berpasangan dengan Ramli Walid.

Pria yang berdomisili di Jalan H Hasan Tembilahan ini bernama lengkap Dr H M Ali Azhar, S.Sos, MH, pria yang akrab disapa Ustad Ajai ini lahir dan dibesarkan oleh orangtuanya H Mahmud bin H Madal (ayah) dan Hj Jainab binti Syech Abdurrahman Sidiq (ibu).

Dibesarkan di keluarga yang kental akan ajaran agama Islam, oleh orangtuanya, Ajai kecil pun disekolahkan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tembilahan pada Tahun 1980.

Tidak sampai di situ, memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama, Ajai kembali menempuh pendidikan agama di Madrasah Tsanawiyah (MTsN) Tembilahan Tahun 1983

https://www.goriau.com/assets/imgbank/06022018/2jpg-6998.jpg

Setelah itu, ia pun meninggalkan kota kelahirannya untuk menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Daarunnasyieen Jawa Timur tahun 1986 dan Pondok Pesantren Darussalam Martapura Kalimantan Selatan Tahun 1989.

Setelah lulus dari Ponpes, ayah dari empat orang anak itu pun menempuh pendidikan sarjana sosial di Universitas Lancang Kuning Pekanbaru tahun 2008.

Di tahun 2011, suami dari Nurliyanti itu mengambil Magister Hukum di Universitas Islam Riau Tahun 2011 dan menempuh pendidikan Doctoral Ilmu Hukum di Universitas Islam Bandung (Unisba) pada tahun 2016.

Ditempa dengan berbagai ilmu agama baik di keluarga dan di sekolah, membuat Ajai kerap diminta menyampaikan tausiah di tengah-tengah masyarakat, hingga orang-orang pun memanggilnya dengan nama Ustad Ajai.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/06022018/3jpg-6997.jpg

Dari basic pendidikan hingga meraih gelar doktor itulah membuat Ajai mendapat tawaran menjadi salah satu dosen di Universitas Islam Indragiri.

Pernah Melakoni Berbagai Pekerjaan dari Jualan Emas hingga Jual Batako

Sebelum dikenal sebagai dosen, ternyata pria yang juga Ketua Dewan Syuro FPI Inhil itu pernah melakoni banyak pekerjaan, mulai dari berdagang emas, membuka bangsal kayu, bangsal matarial hingga membuat dan menjual batako.

''Sudah lima tahun saya meninggalkan dunia perdagangan, sekarang saya fokus ke dunia pendidikan,'' jelas pria yang juga pernah menjadi anggota DPRD Inhil tersebut.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/06022018/4jpg-6996.jpg

Tidak hanya sebagai dosen di Unisi, Ajai juga pernah menjadi tenaga pendidik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Indra Adnan Collage di tahun 2009.

Selain itu, ia juga mengisi hari-harinya sebagai Ketua Yayasan Syekh Abdurrahman Siddiq, Pimpinan Majelis Taklim Ahlus Sunnah Waljama'ah Inhil, Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Generasi Selamat Inhil dan Pimpinan Yayasan Ponpes Sabilal Muhtadin Tembilahan Hulu.

Aktif di Berbagai Organisasi Kemasyarakatan

Tidak hanya dikenal sebagai ustad yang dekat dengan masyarakat, ternyata, pria yang sebentar lagi memasuki usia 51 itu juga tercatat aktif diberbagai organisasi kemasyarakatan di Negeri Seribu Parit ini.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/06022018/5jpg-6995.jpg

Berbagai organisasi yang pernah dan masih aktif diikutinya adalah Ketua Remaja Masjid Al-Huda Tembilahan (1992). Sekretaris Satuan Karya Ulama Indonesia ( 2006 sampai sekarang), Wakil Ketua AMMDI Angkatan Muda Majelis Dakwah Islamiyah (AMMDI) Inhil (2006), Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) (2006), Ketua Dewan Syuro FPI dan Ketua Bidang Pengembagan Hukum MUI Inhil (2016 sampai sekarang).

Pernah Berkeinginan Pergi ke Yaman

Seperti kalangan muda lainnya, Ajai muda pun memiliki sebuah cita-cita yang tinggi, usai mondok, tepatnya di tahun 1992, ia pun kembali ke Tembilahan dan ingin melanjutkan pendidikan di Yaman.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/06022018/6jpg-6994.jpg

Namun takdir berkata lain, sampai di Tembilahan, ia pun bertemu dengan tambatan hatinya, dia lah Nurlianti Hadarie, yang hingga hari ini setia menemaninya dan telah memberikan empat orang buah hati kepada Ajai.

''Dulu pernah ingin ke Yaman, tapi ya ketemu jodoh, akhirnya menikah,,'' lanjutnya sembari tersenyum.

Maju karena Dipinang

Tidak seperti calon-calon lainnya yang sudah jauh hari mempersiapkan diri untuk ikut bertarung di Pilkada Inhil tahun ini, Ajai bahkan tanpa persiapan.

Namanya mendadak diketahui publik setelah adanya undangan Deklarasi yang dilaksanakan tiga partai politik yaitu PKB, PPP dan Gerindra yang mencalonkan Ramli Walid - Ali Azhar.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/06022018/7jpg-6993.jpg

''Kronologisnya kenapa saya ikut maju, saya dipinang,'' ucapnya singkat.

Melihat kondisi Inhil saat ini, menjadi alasan kuat Ajai untuk menerima pinangan tersebut, dan dengan tekad dan keyakinan yang kuat, ia pun siap bertarung dengan dua pasangan calon lainnya.

Banyak yang Perlu Dibenahi di Inhil

Bertekad maju untuk membuat Inhil bangkit dari berbagai permasalah, banyak hal yang menjadi perhatian khusus Ajai.

Ia memandang, masih banyak perbaikan yang harus dilakukan di kabupaten yang kaya akan hasil perkebunan dan lautnya ini.

Dari segi pemerintahan, dikatakan Ajai, hal yang diperlu diperbaiki adalah ruwetnya sistem birokrasi di Inhil, termasuk penempatan seseorang yang tidak sesuai dengan kemampuannya.

''Kalau melihat kondisi saat ini, sistem pemerintahan kita berjalan lamban, birokrasinyang tidak komprehensif, penempatan ASN tidak sesuai dengan skill,'' sebutnya.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/06022018/8jpg-6992.jpg

Ia melihat, dari berbagai sektor, sebenarnya Inhil kaya akan potensi, baik dari perkebunan, pertanian, kelautan dan pariwisata.

''Masih banyak yang perlu dibenahi, sistem birokrasi, pariwisata, pendidikan, kesehatan, perkebunan. Insyaalah, ''Inhil Bangkit'' bersama Ramah (Ramli - Ali Azhar),'' tukas Ali Azhar

Biodata Ali Azhar :

Nama : Dr H M Ali Azhar, S.Sos, MHTempat/Tanggal Lahir : Tembilahan, 14 Februari 1967Pekerjaan : DosenAlamat : Jl H Hasan No. 44 RT 001 RW 005 Tembilahan Kota

Pendidikan:1. Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tembilahan Tahun 1980/19812. Madrasah Tingkat Tsanawiyah (MTsN) Tembilahan Tahun 1981/19833. Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas (SMA) Tahun 19934. Pondok Pesantren Daarunnasyieen JawaTimur Tahun 1986/19895. Pondok Pesantren Darussalam Martapura Kalimantan Selatan Tahun 19896. Sarjana Sosial (S.sos) Universitas Lancang Kuning Pekanbaru Tahun 20087. Magister Hukum (MH.) Universitas Islam Riau Tahun 20118. Doctoral Ilmu Hukum UNISBA (Universitas Islam Bandung ) Tahun 2016

Pengalaman Organisasi

1. Ketua Remaja Mesjid Al-Huda Tembilahan Tahun 19922. Surat Keterangan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Indragiri Hilir Tahun 1999 sebagai Da'i Tingkat Kabupaten3. Anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 20044. Sekretaris Satuan Karya Ulama Indonesia Kabupaten Indragiri Hilir 2006 - sampai sekarang.5. Wakil Ketua AMMDI (Angkatan Muda Majelis Dakwah Islamiyah) Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 20066. Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Indragiri Hilir 20067. Guru Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Indra Adnan Collage Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 20098. Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Islam Indragiri Tahun 2010 sampai sekarang9. Ketua Yayasan Syekh Abdurrahman Siddiq Tahun 2011 sampai sekarang10. Pimpinan Majelis Taklim Ahlus Sunnah Waljama’ah Inhil Tahun 2010 sampai sekarang11. Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Generasi Selamat Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2012 sampai sekarang12. Pimpinan Yayasan Ponpes Sabilal Muhtadin Tembilahan Hulu

Keluarga:

Istri: Hj Nurlianti HadarieTempat/Tanggal Lahir : Tembilahan, 15 Mei 1969Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Pendidikan : D.III Asmi Jakarta Alamat : Jl H Hasan No.44 Tembilahan KotaAnak:1. Nama : Muhammad Naofal ArsyadTempat/Tanggal Lahir : Tembilahan, 07 September 19942. Nama : Alia Fatimah Zahra Tempat/Tanggal Lahir : 03 Januari 19973. Nama : Muhammad Khatib ShiddieqyTempat/Tanggal Lahir : Tembilahan, 30 November 2000Siswa SMA 1 Tembilahan Hulu4.Nama : Muna Humayra Balqis Tempat/Tanggal Lahir : Tembilahan, 08 Desember 2007Siswi SD 001 Tembilahan Kota