PEKANBARU - Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Golkar Riau, Zulfan Heri mengungkapkan bahwa saat ini ada sejumlah kader Partai Golkar yang diduga kuat 'bermain dua kaki' pada Pilkada Serentak 2020 ini.


"Masih ditemukan kader yang main dua kaki. Laporan sudah ada yang masuk ke kita," kata Zulfan kepada GoRiau.com, Sabtu (31/10/2020).

Berdasarkan info yang berkembang, setidaknya lima orang pengurus Golkar di berbagai tingkatan diduga kuat mendukung Paslon yang diusung bukan dari Partai Golkar, tapi dari koalisi lain di Pilkada Pelalawan.

"Pengurus di tingkat kecamatan, kader di tingkat bawah, ada juga mantan caleg dari Golkar," sebutnya.

Saat ini, kelima orang ini akan segera dievaluasi dan diusulkan segera untuk dilakukan pemecatan sebagai kader. DPD I tentunya akan memproses secara administratif dan meneruskan laporan ini ke DPP Golkar.

"Kita mau supaya semua kader ini tertib sekalian memberi pelajaran kepada kawan-kawan bahwa sebagai kader Golkar di semua tingkatan, kita harus loyal," tegasnya.

Zulfan menyebut, dirinya tidak bisa menyebutkan sesiapa saja nama yang dilaporkan tersebut, karena itu hanya untuk konsumsi internal partai saja. Yang jelas, partai akan mengambil sikap tegas untuk mereka.

"Yang Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) di Pelalawan juga sudah kita Plt-kan. Empat orang lagi pengurus provinsi yang saat ini sedang dalam proses. Untuk pemecatan sebagai kader, itu kewenangan DPP," terangnya.

Lebih jauh, Zulfan menegaskan bagi pengurus partai di semua tingkatan yang tak sejalan dengan keputusan partai, wajib untuk mengundurkan diri dari kepengurusan partai, bukan cuti.

"Itu sudah diatur dalam Peraturan Organisasi (PO) 15 tahun 2015," tutupnya.***