TEMBILAHAN- Awal Februari 2017, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Pulau Burung, Inhil, Riau menerima laporan dari PT RSUP tentang ditemukannya seorang pria yang tidak ingat siapa dirinya dan keluarganya.

Menerima laporan itu, pihak kepolisian pun menjemput pria yang dimaksud, yang akhirnya ditemukanlah KTP di kantong celana sang pria dan diketahui bernama Deni Suhendra asal Jawa Barat.

Karena tidak bisa menjawab saat ditanya, akhirnya pihak kepolisian memutuskan untuk menempatkan pria itu di asrama kepolisian.

Karena merasa kasihan melihat Deni yang tidak kunjung diketahui keberadaan keluarganya, akhirnya pada awal September Kapolres Inhil, AKBP Dolifar Manurung melalui Kapolsek Pulau Burung , IPTU Junaidi pun berinisiatif menggunakan Aplikasi Polisiku untuk mencari jejak keluarga Deni.

Dari aplikasi itu, akhirnya Kapolsek bisa berkomunikasi dengan Kasubsektor Tapos, AIPTU Hendrawanto.

Selanjutnya, AIPTU Hendrawanto mencoba melacak keberadaan keluarga Deni dengan bermodal KTP yang ada.

Setelah melakukan pencarian yang tiada henti, akhirnya ditemukanlah keluarga Deni, yang kemudian langsung memulai perjalan dari Depok, Jawa Barat ke Pulau Burung, Inhil untuk menjemput anak laki-lakinya itu.

Karena ayah dan ibu Deni telah datang menjemput, kemudian, Rabu (11/10/2017), dilakukanlah penyerahan secara resmi yang disaksikan oleh Camat Pulau Burung, Camat Pulau Burung diwakili Kasi Kessos, Razali, Kasium Polsek Pulau Burung IPDA Rahman Harahap, Kaur Pemerintahaan Desa, Herman, Pihak PT RSUP, Komarudin, Tokoh Masyarakat Desa Pulau Burung, H Muhawam, Kadus Tanjung Harapan, Riswan Kadir.

''Ucapan terimakasih kepada seluruh yang hadir hadir hari ini, dari mulai pihak Pemerintah Kecamatan, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat, karena akhirnya kita bisa mempertemukan Deni dengan keluarganya,'' ujar IPTU Junaidi saat proses penyerahan Deni kepada orangtuanya.

Sementara itu, orangtua Deni tidak hentinya mengucapkan terimakasih kepada Polsek Pulau Burung karena telah merawat anak laki-lakinya selama terpisah dari mereka.

Mereka juga menceritakan, bahwa anaknya itu mengalami keterbelakangan mental, dan hilang saat dibawa berobat ke Jambi.

''Saya sangat berterimakasih kepada Polsek Pulau Burung dan jajaran hingga akhirnya kami bisa bertemu lagi dengan anak kami dalam keadaanya yang sehat wal afiat,'' ujar M Saleh, ayah dari Deni.

Setelah proses serah terima selesai, Deni bersama kedua orangtuanya pun beranjak meninggalkan Pulau Burung untuk kembali ke Kampung halamannya.(adv)