JAKARTA – Mayoritas mata uang di kawasan Asia mencatat penguatan hingga akhir sesi perdagangan Senin (16/6/2025). Rupiah dan Won Korea Selatan masing-masing menguat 0,2 persen, sementara Dolar Taiwan naik signifikan sebesar 0,5 persen.

Dikutip dari Ipot News yang bersumber dari Reuters, pelemahan Dolar AS turut mendorong penguatan ini. Indeks Dolar AS (DXY), yang membandingkan posisi dolar terhadap enam mata uang utama, turun 0,3 persen dalam perdagangan yang sempat bergejolak.

Pergerakan ini terjadi di tengah ketidakpastian global yang dipicu ketegangan konflik di Timur Tengah. Pasar saham Asia pun bergerak variatif, mencerminkan kekhawatiran investor.

Indeks Kospi di Korea Selatan mencatat lonjakan tajam 1,8 persen, menjadi level tertinggi sejak Januari 2022. Namun, kondisi berbeda terjadi di Manila dan Jakarta, di mana indeks PPSEI dan IHSG masing-masing terkoreksi 0,6 persen dan 0,3 persen.

Dari sisi kebijakan moneter, pasar menantikan keputusan Bank Indonesia yang dijadwalkan Rabu pekan ini. BI diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan setelah kejutan pemangkasan suku bunga bulan lalu.

Sementara itu, Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) diprediksi bakal memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin. Sebaliknya, bank sentral Taiwan diperkirakan tetap menahan suku bunga, mempertimbangkan kekuatan ekonomi yang ditopang sektor teknologi. ***