PELALAWAN, GORIAU.COM - Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Segati, resmi dikukuhkan, Rabu (11/6/14). Pengukuhan sendiri dibuka langsung oleh Kasi Trantib Kecamatan Langgam, Maitizan di Aula Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Sebanyak 17 orang resmi mengemban tugas melalui kerjasama dengan PT Nusa Wana Raya (NWR) dengan unsur Upika Kecamatan Langgam, Dishutbun Kabupaten Pelalawan, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan serta Kapolsubsektor Desa Segati.

Hadir dalam pengukuhan dan Pelatihan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Segati Perwakilan Manajemen PT NWR, Dodi Asaputra, Social Goverment Relation (SGR) Agus Gazali bersama Mirna Wardana, Manager Fire Control helath Safety and Enveronment (FCHSE) Yunan Helmi beserta staff, Comunity Development Anggi Siregarserta Public Relation PT NWR Nicko Alfiansa.

Dalam sambutanya Perwakilan Manajemen PT Nusa Wana Raya (NWR), Dodi Asaputra mengatakan bahwa beberapa tahun terakhir ini bencana asap menjadi sorotan dunia internasional, bahkan indonesia khususnya riau dikecam sebagai pengekspor asap. Hal ini yang memicu perusahaan untuk bersama-sama bersinergi baik dengan pihak pemerintah maupun masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi masalah asap di Riau Khususnya Pelalawan.

''Pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) merupakan salah satu jawaban dalam pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, dengan adanya pelatihan ini kami berharap masyarakat paham bagaimana memadamkan api dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)” ujarnya

Sinergi dan Koordinasi merupakan kunci dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), dengan adanya sinergi yang baik antara perusahaan, masyarakat dan Pemerintah maka akan muncul koordinasi yang baik dalam pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, Tambahnya.

Masyarakat dapat memberikan informasi kepada perusahaan maupun pemerintah jika alur koordinasi sudah dibangun, sehingga kita dapat bersama-sama melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan seadini mungkin. Kami berharap dengan dibentuknya masyarakat peduli Api di desa ini hubungan yang sudah berjalan baik selama ini dapat menjadi lebih baik khususnya dalam pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kepala Desa Segati, Sofyan menyambut antusias pembentukan MPA di desanya, ia meminta kepada pihak perusahaan untuk komitmen bersinergi dalam melakukan pencegahan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) begitu juga dengan peserta MPA untuk menjadi yang terdepan jika terjadi kebakaran hutan.

''Kami meminta kepada peserta MPA untuk tanggap jika terjadi kebakaran hutan dan lahan di sekitar desa, jangan sampai jika terjadi kebakaran tidak ada yang hadir dalam memadamkan kebakaran dan kami juga meminta kepada pihak perusahaan untuk dapat membantu desa kami jika terjadi kebakran baik tenaga maupun alat, himbaunya.

Dalam Kesempatan yang sama Kabid Pengendalian dan Sarana Dinas Kehutanan Kabupaten Pelalawan, T. Indera Hidayat mengatakan Masyarakat Peduli Api merupakan lembaga sosial yang melakukan Upaya-upaya pengendalian kebakaran Hutan dan Lahan.

''Ada beberapa tugas dari MPA yaitu menjadi mitra dalam upaya pencegahan, melakukan patroli swadaya di lingkungan,membantu petugas pemadaman dalam memadamkan kebakaran, melaporkan kejadian kebakaran hutan lahan ke RT/RW, Aparat Desa/ Kecamatan dan Instansi terkait, Jika terjadi bencana asapa, lakukan sosialisasi penggunaan masker,'' jelasnya.

Diakhir pemaparanya Indera Hidayat menghimbau beberapa poin kepada peserta Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk melakukan pencegahan dini Karhutla, dilarang melakukan pembakaran hutan dan lahan, jangan malu melakukan sosialisasi kepada orang lain, jika terjadi karhutla segera laporkan kepada aparat dan pihak-pihak lain, berperan aktiflah dalam pemadaman Karhutla, lakukan pembukaan lahan tanpa bakar.

Selain pelatihan mengenai cara mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ke 17 peserta Masyarakat Peduli Api (MPA) juga melakukan simulasi pemadaman kebakaran hutan menggunakan mesin air bertekanan tinggi. Dalam pengukuhan dan pelatihan pihak perusahaan memberikan atribut seperti baju, topi, sepatu serta perlengkapan MPA lainya. (rls)