PEKANBARU, GORIAU.COM - Tindakan penyelamatan Riau Air yang dilakukan oleh PT Riau Invesment Corporation (RIC) dipertanyakan anggota DPRD Riau. Pasalnya, tindakan itu sia-sia dan disinyalir akan memperkeruh keuangan BUMD. Karena itu, DPRD Riau mengingatkan RIC untuk tidak ikut terlibat dalam penyertaan modal tersebut.

''DPRD Riau sudah tidak mengangarkan dana untuk Riau Air, pertimbanganya karena itu akan sia-sia. Kami telah menganggap biarlah Riau Air mati berkalang tanah ketimbang hidup menipu bangsa,'' ujar anggota Komisi B DPRD Riau, Mansur HS, Kamis (21/3/2013) di kantor DPRD Riau.

Kerana itu pula, DPRD mempertanyakan penyertaan modal RIC ke Riau Air, apalagi Riau Air juga tidak bisa diambilkan begitu saja oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lain ataupun melakukan subsidi silang. ''Tapi kenapa sekarang justru RIC ikut dalam penyertaan modal,'' kata Mansur HS

Diterangkan oleh Mansur bahwa sebagai BUMD Riau, keuangan Riau Air harus dipertanggungjawabkan. Perusahaan BUMD lain juga harus mempertanggungjawabkan keuangan masing-masing perusahaan. ''Setiap keuntungan BUMD masuk ke kas daerah, baru setelah dari kas daerah di alokasikan lagi. Tidak bisa BUMD langsung memberikan dana ke BUMD lain,'' kata Mansur.

Diterangkan juga oleh Mansur, setiap BUMD harusnya bisa konsisten dengan bisnis yang ditanganinya sejak awal. Jika ada pengembangan perusahaan, unit usahanya harusnya masih ada hubungannya.

''Misalnya usaha perkebunan, kemudian berkembang ke pembibitan, lalu mengambangkan usaha tansportasi untuk distribusi hasil perkebunan. Itu usahanya dari hulu ke hilir. Jangan sampai BUMD itu merambah unit usaha yang tidak ada kaitannya dengan usahanya,'' kata Mansur.

Ditegaskan Mansur, Jika kondisi BUMD yang bisa subsidi silang dan tidak bertanggungjawab dengan unit usahanya maka kedepannya hanya diperlukan dua BUMD saja di Riau. ''Kalau demikian, kita hanya perlu BUMD yang bisa bergerak disemua bidang. Dihimpun saja semua BUMD yang ada,'' kata Mansur. (nti)